Mantan Kades Kali Divonis 2,6 Tahun Penjara

  • Whatsapp

Berita Regional.com BENGKULU UTARA– Terdakwa kasus korupsi Dana Desa (DD) Desa Kali Satu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara Sadi Karmanto Burhan, dijatuhi vonis hukuman 2,6 tahun penjara, pada agenda sidang pembacaan putusan secara daring di Pengadilan Tipikor Bengkulu, Jumat siang (14/1).

Terdakwa yang merupakan mantan Kepala Desa Kali ini, mendapatkan vonis sesuai dengan tuntutan dari Jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Bengkulu Utara, sesuai dengan pasal yang dikenakan kepada terdakwa yakni Undang-Undang RI nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Vonis yang dijatuhkan oleh Hakim kepada terdakwa sudah sesuai dengan tuntutan Jaksa,” Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Utara Elwin Agustian Khahar, SH, MH melalui Kasi Intel Denny Agustian, SH, MH.

Adapun amar putusan sebagaimana yang dibacakan Majelis Hakim pada pokoknya diantaranya,

1.Menyatakan terdakwa Sadi Karmanto Burhan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dalam Dakwaan Subsider.

2.Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Sadi Karmanto Burhan, berupa pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan dan pidana denda sebesar Rp 50.000.000, subsider 6 bulan kurungan.

3.Menjatuhkan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp 439.594.200, dengan ketentuan jika terdakwa/terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Dan dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka dipidana penjara selama 1 tahun dan 3 bulan.

Denny menambahkan, dari hasil sidang tersebut baik pihaknya maupun pihak terdakwa diberikan waktu selama 7 hari setelah pembacaan putusan, untuk waktu fikir-fikir.

“Pihak kami dan terdakwa diberikan waktu 7 hari untuk fikir-fikir sebelum menentukan sikap. Untuk pihak terdakwa juga dapat fikir-fikir apakah akan mengajukan banding atau tidak,” tandas Denny.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.