POST BY : REDAKSI
BERITA REGIONAL.COM BENGKULU UTARA — Pihak SMKN 11 Bengkulu Utara memberikan klarifikasi resmi mengenai pemberitaan di sejumlah media massa beberapa hari terakhir terkait insiden kecelakaan kerja dalam proyek revitalisasi sekolah. Kepala SMKN 11 Bengkulu Utara, Iskandar, menegaskan bahwa narasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Iskandar menjelaskan bahwa pekerja yang terpeleset saat bertugas telah melengkapi diri dengan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta jatuh dari ketinggian kurang dari empat meter.
“Menurut kami, apa yang ada dalam pemberitaan tersebut tidaklah benar. Pekerja yang terpeleset pada waktu itu menggunakan K3 dan ketinggiannya tidak sampai empat meter,” ujar Iskandar, Kamis (3/9/2026).
Iskandar menambahkan, kondisi pekerja pasca-kejadian dalam keadaan sehat. Kepala tukang sempat menawarkan pengantaran pulang, namun pekerja tersebut memilih pulang mandiri mengendarai kendaraannya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak sekolah telah menanggung seluruh biaya pengobatan serta membayarkan hak gaji pekerja secara penuh meski masa kerjanya belum genap satu minggu. Pihak sekolah juga memastikan pekerja tersebut tetap diterima bekerja seperti biasa tanpa permasalahan apa pun.
Pihak sekolah menyayangkan munculnya pemberitaan yang dinilai tidak berimbang karena diterbitkan tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak sekolah.
Iskandar menegaskan bahwa SMKN 11 Bengkulu Utara telah menyediakan perlengkapan K3 lengkap sejak awal proyek, mulai dari helm, rompi, hingga sepatu keselamatan sesuai regulasi yang berlaku.
Dalam kesempatan yang sama, SMKN 11 Bengkulu Utara menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, H. Zulhendri, yang meninjau langsung lokasi revitalisasi.
Mengikuti arahan Dinas Pendidikan, sekolah berkomitmen memperketat pengawasan, mengutamakan keselamatan kerja, dan menjaga kualitas pembangunan yang saat ini memasuki tahap pengecoran.
“Sesuai arahan beliau, kami fokus pada kualitas pekerjaan, pengawasan ketat, dan keselamatan kerja. Saat ini proses pengecoran masih berlangsung dan kami optimistis proyek revitalisasi selesai tepat waktu,” tutup Iskandar. (Adv)










