Past By : Redaksi
Berita Regional.Com Bengkulu Selatan – Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., menegaskan komitmen zero tolerance terhadap praktik Aparatur Sipil Negara (ASN) Gaib di lingkungan Rutan Manna. Penegasan tersebut disampaikan dalam pengarahan khusus kepada seluruh pejabat struktural dan staf pada Kamis, 08 Oktober 2026 di Aula Rutan Manna.
Dalam arahannya, Karutan menjelaskan bahwa ASN Gaib adalah musuh bagi integritas organisasi. ASN yang tidak hadir, tidak melaksanakan tugas, dan tidak berkontribusi nyata namun tetap menerima hak keuangan negara merupakan bentuk pengkhianatan terhadap sumpah jabatan serta melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.
“ASN Gaib itu merusak sistem. Beban kerjanya dilimpahkan kepada pegawai yang disiplin, moral pegawai yang rajin jadi turun, anggaran negara jadi boros, dan nama baik institusi tercoreng. Saya tegaskan, tidak ada ruang bagi ASN Gaib di Rutan Manna,” tegas Hannibal.
Ia memaparkan bahwa bahaya ASN Gaib tidak hanya berdampak pada internal organisasi, tetapi juga berpotensi menjadi temuan pemeriksaan dan mencoreng kepercayaan masyarakat terhadap Pemasyarakatan. Oleh karena itu, pengawasan kehadiran harus dilakukan secara ketat dan berlapis.
Karutan memerintahkan kepada Kasubsi Pengelolaan, Yosa Efriyanto, S.M., dan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Hastomo Arbi, S.E., serta Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rio Trisna Dayu, S.I.Kom., M.A.P., untuk melakukan pengawasan melekat setiap hari. Pengawasan dilakukan melalui absensi manual, absensi elektronik Simpeg, apel pagi dan sore, hingga pengecekan fisik keberadaan pegawai di ruang kerja dan pos pengamanan.
“Tidak ada toleransi untuk keterlambatan tanpa keterangan dan ketidakhadiran tanpa alasan yang sah. Jika terbukti ada pegawai yang menjadi ASN Gaib, akan kami tindak tegas sesuai mekanisme kepegawaian, hingga hukuman disiplin berat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Karutan menekankan bahwa Rutan Manna saat ini sedang membangun budaya kerja yang profesional, aman, tertib, humanis, transparan dan dipercaya masyarakat. Budaya kerja tersebut tidak akan terwujud jika masih ada pegawai yang hanya tercatat namanya tetapi tidak bekerja.
“Kami ingin Rutan Manna aman, tertib, humanis, transparan dan dipercaya masyarakat. Semua pegawai wajib hadir, wajib berkarya, dan wajib bertanggung jawab sesuai tugas dan fungsinya. Tidak ada yang menjadi penonton,” ujar Hannibal.
Seluruh jajaran pejabat struktural dan staf Rutan Manna menyatakan komitmen untuk mendukung penuh pemberantasan ASN Gaib dan siap bekerja dengan disiplin, profesional, dan berintegritas tinggi sebagai wujud nyata pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM.
Pewarta : Nadit Hasan










