Sst, TGR 200 juta Baru Dikembalikan DPUPR Januari 2021

  • Whatsapp

Berita Regional.com ,BENGKULU UTARA  Dinas PUPR Kabupaten Bengkulu Utara, dari tahun ketahun kerap didapati temuan oleh BPK RI yang menjadi Tuntutan Ganti Rugi (TGR). Menariknya, TGR Dinas PUPR BU Tahun 2019 yang semestinya sudah dilunasi pada masa tenggang 60 hari yang berakhir pada 21 September 2020 silam. Dimana, Dinas PUPR BU memiliki TGR Tahun 2019 atas temuan kelebihan bayar kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp 403.526.111,40 pada salah satu Mega proyek milik dinas PUPR dengan nilai Rp.18.652.846.536,58 yang dikerjakan oleh PT. Sumber Alam Makmur Sejati (SAMS) yang dibayarkan pada tanggal 15 Juni 2020. Ternyata, baru disetorkan ke Kasda sebanyak Rp. 20 Juta.Kemudian, baru dibulan Januari 2021 disetor kembali 200 juta.

Namun, ketika dikonfirmasi kepada pihak Dinas PUPR BU, justru mengklaim sudah menyetorkan sepenuhnya ke Kasda.

“Iya, kami akui kita ada TGR tahun 2019. Namun, sudah kami setorkan yang hanya menyisakan Rp. 163 juta,” ujar Kepala Dinas PUPR BU Heru Susanto.

Heru pun menjelaskan, untuk temuan senilai 112 .355.913.99 tahap awal, itu dibayar sebesar 10 juta sekitar tanggal 5 Juni 2020 dan dibayar kembali sebesar 102 pada tanggal 4 Desember 2020, jadi itu sudah dibayar lunas. Kemudian, temuan senilai 383.528.111.40, itu juga sudah berupaya melakukan pembayaran tahap awal sebesar 20 juta di tanggal 15 Juni 2020. Lanjut sisanya, dibayar kembali sebesar 200 juta pada Januari 2021, dari total tersebut tunggakan TGR yang belum tersetorkan ke kasda yaitu sebesar 163 juta.

“Insyhaallah, kita akan mendesak pihak rekanan agar segera menyelesaikan TGR tersebut secepatnya dalam waktu dekat ini,” demikian Heru.

Untuk diketahui, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan pihak BPK RI atas laporan keuangan pemerintah daerah kabupaten Bengkulu Utara tahun anggaran 2019 terdapat kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp. 403.526.111,40 pada paket Pekerjaan Peningkatan Jalan Karang Pulau-SP dengan rincian, kelebihan pembayaran atas item pekerjaan Laston Lapis Antara (AC-BC) Sebesar Rp. 224.180.596,67.2. Kekurangan Volume Atas Pelaksanaan Pekerjaan Beton Fc’15, yang tidak sesuai dalam kontrak sebesar Rp. 179.345.514,73.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *