Masa Tenang, KPUD Bengkulu Utara Tetap Sosialisasi

  • Whatsapp

Berita Regional.com BENGKULU UTARA – Kendati, sudah melakukan sejumlah sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020, dalam beberapa bulan terakhir. Pada masa tenang ini, KPUD Bengkulu Utara terus gencar melakukan sosialisasi kepada basis-basis pemilih. Hal ini seperti diungkapkan, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Bengkulu Utara, Rama Diandri yang mengatakan, tetap akan melakukan sosialisasi hinga tanggal 8 Desember 2020 ini.

Yang dilarang dalam masa tenang itu, adalah kampanye bagi Paslon. Tidak demikian dengan sosialisasi, yang dilakukan oleh penyelenggara Pemilihan,” ujar Rama Diandri

Sosialisasi tersebut, seperti yang telah dilakukan, pada Minggu sore (6/12) lalu, di Alun-alun Arga Makmur, sosialisasi merujuk ke basis pemilih komunitas dan masyarakat umum yang sedang berkumpul di Alun-alun Arga Makmur. Penerapan sosialisasi ini dinilai sangat efektif, selain mencegah kluster covid 19 yang mengumpulkan banyak orang, juga sosialisasi yang memanfaatkan kesenggangan waktu bersantai tersebut, menjadi hal yang menarik bagi masyarakat.

Sosialisasi dengan basis pemilih komunitas, yakni Bengkulu Truck Pickup Lover. Setelah sosialisasi ke komunitas dilakukan, kami juga melakukan sosialisasi di alun-alun menyambangi satu persatu pemilih dengan membawa alat peraga sosialisasi,” bebernya.

Sejauh ini, sosialisasi telah dilakukan pihaknya dengan berbagai basis pemilih. Mulai dari basis pemilih pemula, pemilih muda, disabilitas, perempuan, komunitas, tokoh masyarakat, Ormas, masyarakat marjinal, serta beberapa basis pemilih lain. Menariknya, lebih jauh Rama membeberkan, bahwa KPUD Bengkulu Utara adalah KPU kabupaten yang menerapkan sosialisasi massif oleh badan adhock.

Kami memberikan target kepada setiap anggota PPS, untuk melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah minimal dalam satu hari, mereka melakukan sosialisasi ke 5 orang pemilih. Metode ini sudah kita terapkan, dalam beberapa minggu ini. Hitung saja, Kita punya 220 desa, dalam satu desa kita memiliki 3 orang TPS. Ini berarti, dalam sehari kita mampu melakukan sosialisasi kepada setidaknya 3.300 orang pemilih se-Bengkulu Utara,” jelasnya.

Kendati demikian, ia tidak menampik ancaman menurunnya angka partisipasi masyarakat, dalam Pilkada 2020 ini tak terelakkan. Terlebih lagi, Bengkulu Utara masuk dalam 25 daerah se-Indonesia dengan pasangan calon tunggal.

Kita tetap optimis, dengan target partisipasi masyarakat di angka 80 persen. Karena itulah, sosialisasi ini kita lakukan secara massif. Agar, angka penurunan partisipasi masyarakat dapat diminimalisir sekecil mungkin,” pungkasnya. (Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *