BERITA REGIONAL, KAUR – Dampak pandemi Covid-19 juga dirasakan oleh nelayan di Desa Linau, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur. Sejak diberlakukannya ketentuan pembatasan kendaraaan angkutan ke luar daerah, membuat pemasaran hasil tangkap ikan di daerah itu menjadi terkendala.
Keluhan tersebut disampaikan oleh anggota Koperasi Lautan Berkah, di Kecamatan Maje, Usman Boby kepada awak media ini Senin (15/6/2020). Menurut dia, Koperasi sudah memiliki fasilitas penunjang yang cukup memadai seperti alat tangkap beserta fasilitas lainya yakni mobil Box Freezer dan pabrik es mini.
Namun saat ini, lanjut dia, hasil tangkapannya seperti ikan tuna dan ikan marlin tidak bisa diangkut ke luar daerah seperti sebelumnya bisa dipasarkan di Jakarta, atau kota-kota lainnya di pulau Jawa.
“Sebelumnya, kendaraan koperasi kita bebas membawa ikan ke pulau Jawa, tapi karena vandemi covid-19 ini pemasaran kita cuma sebatas kabupaten tetangga atau ke Provinsi Bengkulu saja,” ujar Usman.
Selain itu, kata dia, harga pasaran ikan tuna dan marlin saat ini juga merosot tajam. Sebelumnya harga per-kilogramnya mencapai 30 Ribu hingga 40 Ribu, sedangkan sekarang hanya berkisar 20 ribu – 25 ribu saja, itupun pemasarannya tidak begitu lancar seperti sebelumnya.
“Hingga saat ini mobil box freezer kita belum dapat dioperasikan mengangkut ikan, karena jalur ke luar kota masih dibatasi,” pungkasnya.
Pewarta : marjhon










