Warga Durian Daun Keluhkan Pelayanan Puskesmas Lais, Laporkan Selang Infus Bengkok Tak Digubris

Past By : Redaksi

Berita Regional.Com Bengkulu Utara – Redaksi Berita Regional kembali mendapatkan kabar terkait buruknya pelayanan di Puskesmas Lais. Kali ini keluhan datang dari seorang warga Desa Durian Daun yang anaknya sempat dirawat di Puskesmas tersebut.

Warga tersebut bernama Reka, bersama suaminya Charles, membawa anaknya berinisial AM (1 th) ke Puskesmas Lais pada Selasa (14/10/2026) untuk berobat karena suhu badan anaknya panas.

Setelah AM dirawat, tidak berselang lama pasien dipasangkan selang infus. Karena sakit, AM menangis tidak berhenti. Khawatir dengan kondisi anaknya, Charles kemudian melaporkan kepada perawat yang sedang bertugas.

“Pak perawat, air infusnya tidak netes, selang infusnya seperti bengkok, gimana itu perawat?” tanya Charles.

Namun menurut Reka, perawat menjawab tidak apa-apa. Laporan itu disampaikan beberapa kali kepada petugas yang sedang piket, namun jawabannya selalu sama, tidak apa-apa. Bahkan setiap melapor, perawat dan petugas disebut tidak pernah melihat kondisi pasien AM.

Setelah subuh, AM kembali menangis merintih kesakitan. Saat dilaporkan lagi, perawat yang sedang piket disebut masih dalam keadaan tertidur dan tetap menjawab tidak apa-apa. Baru sekitar pukul 07.00 WIB pagi, petugas datang ke pasien namun tidak ada tindakan.

Karena AM terus merintih kesakitan, ibunya secara spontan meraba tangan anaknya dan terasa membesar.

“Anak nangis terus, jadi aku gosok-gosok nyo, terabo kencang, pas ditengok bengkak lah sampai siku. Tadi idak nampak karno dibalut nian, cuman ujung jari yang nampak,”ujar Reka.

Setelah diketahui tangan AM bengkak, neneknya langsung lari ke ruang perawat untuk memberitahukan bahwa tangan anak tersebut bengkak. Itu pun menurut keluarga, perawatnya masih malas-malasan bangun.

“Dari jam 11 malam, ado sekali perawat tengok ke kamar, tapi idak ado memperbaiki infus nyo,” tambah Reka.

Petugas kemudian menyatakan kenapa tangan anak tersebut bengkak. Hal itu dijawab oleh ibunya, bahwa itu karena infusnya.

Melihat kondisi AM tidak ada perubahan, Reka dan suaminya kemudian mengambil inisiatif membawa anaknya ke Rumah Sakit di Bengkulu.

“Alhamdulillah setelah dirawat di Rumah Sakit Bengkulu, anak kami sehat walaupun tangan anak kami masih berlobang,” ujar Reka.

Reka mengaku saat itu mereka berobat secara umum, bukan menggunakan BPJS. Dari jam 11 sampai jam 7, biaya yang dibayarkan sebesar Rp 600 ribu.

“Bukan masalah pembayaran, tapi kami kurang puas dengan pelayanan Puskesmas Lais,” tegasnya.

Reka berharap kejadian yang dialami anaknya tidak terulang lagi kepada warga lain.

“Kami harap dengan adanya kejadian anak saya seperti ini, pelayanan Puskesmas ditingkatkan kembali, jangan terulang lagi seperti anak saya kemarin ke warga lainnya,”harapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Media Berita Regional masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak Puskesmas Lais terkait keluhan tersebut.

 

Pewarta : Nadit Hasan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *