Past By : Redaksi
Berita Regional.Com Bengkulu Utara – Dugaan kasus malpraktek terjadi di Puskesmas Lais, Kecamatan Lais, Kabupaten Bengkulu Utara. Seorang warga Desa Durian Daun, Elcemi Falkis (40), meninggal dunia saat dirawat di puskesmas tersebut usai melahirkan.
Menurut keterangan keluarga almarhumah, Dudi Candra, almarhumah masuk ke Puskesmas Lais pada Minggu, 11 Oktober 2026 sekitar pukul 23.00 WIB untuk mendapatkan perawatan.
“Setahu saya jam 11 malam masuk ke puskesmas, meninggalnya almarhumah kurang lebih jam 9 pagi hari Senin,” ujar Dudi kepada awak media.
Almarhumah meninggal pada Senin, 12 Oktober 2026 sekitar pukul 09.00 WIB.
Dudi menduga adiknya meninggal karena tidak tersedianya stok obat utama untuk menangani perdarahan setelah melahirkan atau perdarahan pascapersalinan (PPH) di Puskesmas Lais.
Obat tersebut akhirnya baru didapatkan dari Puskesmas Kerkap.
“Baru dapat obat utama untuk menangani perdarahan setelah melahirkan itu didapatkan di Puskesmas Pasar Kerkap,” katanya.
Dudi mengungkapkan, selama terjadi perdarahan, tidak ada tindakan apapun yang dilakukan pihak Puskesmas Lais. Satu-satunya yang dilakukan hanya menunggu obat datang dari Puskesmas Kerkap.
“Sebelumnya tidak ada tindakan saat perdarahan tersebut, satu-satunya menunggu obat dari Kerkap,” ungkap Dudi.
Dudi pun mempertanyakan kenapa pasien tidak segera dirujuk ke rumah sakit terdekat jika Puskesmas memang tidak mampu menangani.
“Sekiranya Puskesmas tidak mampu, kenapa tidak dirujuk ke rumah sakit terdekat,” tegas Dudi.
Karena terlalu lama menunggu obat datang, kondisi almarhumah terus memburuk hingga kejang-kejang dan akhirnya tidak tertolong.
“Jarak dari Lais ke Puskesmas Kerkap itu lebih kurang menempuh waktu setengah jam. Saat obat datang, adik saya sudah kejang-kejang dan tak tertolong lagi,” ujar Dudi.
Dudi meminta Dinas Kesehatan dan dinas terkait agar turun langsung dan melakukan evaluasi ke Puskesmas Lais.
“Saya meminta Dinas Kesehatan dan dinas terkait agar turun dan evaluasi langsung ke Puskesmas Lais, agar tidak terulang kembali kejadian serupa dengan warga lainnya,” tegas Dudi.
Dudi juga meminta agar dokter yang menangani almarhumah dievaluasi.
“Bila dokternya tidak bisa bertanggung jawab terhadap pasien, segera diganti,” tegasnya.
Awak media sudah melakukan konfirmasi kepada Kepala Puskesmas Lais, Yeni Yusuf, melalui WhatsApp. Kapus meminta wartawan datang langsung ke Puskesmas pada jam kerja untuk menanyakan ke dokter yang menangani langsung.
Konfirmasi juga sudah dilakukan kepada dr. Sondang melalui WhatsApp, namun hingga berita ini diterbitkan belum dijawab.
Pewarta : Nadit Hasan










