Post By : Redaksi
Berita Regional.Com Bengkulu Utara –Teka-teki hilangnya aset Yayasan Ratu Samban kembali terkuak. Kali ini lebih besar, lebih jelas, dan diakui langsung oleh pengurusnya sendiri.
Informasi yang diterima Redaksi dari masyarakat menyebutkan, tanah milik Yayasan Ratu Samban di Desa Rama Agung, Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, saat ini diduga dikuasai oleh tiga Dapur MBG, yaitu :
1. Dapur MBG Lubuk Saung 2
2. Dapur MBG Rama Agung 1
3. Dapur MBG Rama Agung 2
Menurut ungkapan masyarakat kepada Redaksi, ketiga dapur tersebut berdiri di atas tanah milik Yayasan Ratu Samban.
Fakta ini semakin menguat setelah tim Redaksi Berita Regional.Com mendatangi langsung Dapur MBG di Desa Rama Agung.
Salah satu pengurus MBG saat ditemui di lokasi, mengakui bahwa tanah yang saat ini dibangun Dapur MBG tersebut adalah milik Yayasan Ratu Samban.
Namun saat ditanya lebih dalam, beli dengan siapa, bagaimana prosesnya, dan bagaimana bisa membangun Dapur MBG di atas tanah Yayasan Ratu Samban, pengurus tersebut bungkam dan tidak mau memberikan penjelasan.
Yang lebih mengejutkan, karyawan MBG saat diwawancarai mengungkapkan bahwa mereka punya 10 yayasan.
Namun yang disebut hanya tiga yayasan, yaitu Bina Darma Gizi Bangsa,dapur 1 Rama agung Darma asa Bangkit Bangsa dapur 2 Rama Agung, dan Maju Gatra Gizi Bangsa dapur 3 Rama agung.
Lantas, tujuh yayasan lainnya yayasan apa? Siapa pengurusnya? Dan kenapa tidak disebutkan?
Lalu bagaimana bisa tiga Dapur MBG berdiri di atas tanah milik Yayasan Ratu Samban?
Masyarakat mempertanyakan proses peralihan tanah tersebut. Apakah dijual, disewa, dipinjam pakai, dihibahkan, atau dikuasai begitu saja tanpa proses yang jelas.
Saat ditanya berapa luas tanah yayasan di lokasi ini, pengurus MBG menyebut sekitar 2 hektare lebih.
Sementara masyarakat menyebut, total tanah milik Yayasan Ratu Samban di Desa Rama Agung mencapai kurang lebih 6 hektare.
Lalu kemana sisanya? Kenapa kini tidak diketahui lagi keberadaannya secara jelas?
Sebelumnya, Redaksi juga menemukan satu unit tanah, rumah dan kendaraan diduga aset Yayasan Ratu Samban yang terbengkalai di kawasan Bundaran Arga Makmur.
Kini, kembali terkuak tanah di Desa Rama Agung yang diduga sudah dibangun Dapur MBG milik yayasan lain.
Masyarakat semakin mempertanyakan transparansi pengelolaan aset Yayasan Ratu Samban.
Diketahui, Ketua Yayasan Ratu Samban saat ini adalah Novri Andi.
Sebelumnya Novri Andi pernah dikonfirmasi Redaksi terkait aset Yayasan Ratu Samban. Namun jawaban yang diberikan tidak sesuai dengan apa yang dikonfirmasi, malah mengalihkan ke persoalan lain.
Berikut jawaban Novri Andi kepada Redaksi melalui pesan WhatsApp :
“Pertanyaan awak ko Samo persis kek isi materi gugatan YRSA (Yayasan Ratu Samban Argamakmur) yang ketua nyo SYD. Untuk lebih detail nyo silahkan awak chek di keputusan inkrah peninjauan kembali Mahkamah Agung RI Nomor. 1740 K/Pdt/2019”
Jawaban tersebut dinilai tidak menjawab substansi pertanyaan Redaksi terkait tanah di Desa Rama Agung yang kini diduga dikuasai tiga Dapur MBG, maupun aset lainnya yang diduga hilang.
Masyarakat menilai, jika memang pengelolaan aset sudah benar, seharusnya Ketua Yayasan bisa menjelaskan secara terbuka, bukan malah menyuruh wartawan mengecek putusan Mahkamah Agung.
“Kalau memang tidak ada apa-apa, kenapa Ketua Yayasannya bungkam terus saat dikonfirmasi? Kami jadi berasumsi benar aset itu banyak yang hilang atau dijual oknum,” ujar warga Arga Makmur.
Hingga rilis ini diterbitkan, Redaksi masih berupaya mengkonfirmasi pihak Yayasan Ratu Samban yang diketuai Novri Andi, pihak pengelola Dapur MBG, dan pihak terkait lainnya untuk mendapatkan hak jawab.
Redaksi akan terus mengupas satu persatu aset Yayasan Ratu Samban yang diduga hilang dan berpindah tangan.
Pewarta : Nadit Hasan










