Serah Terima Pertama (Provisional Hand Over/PHO) Pekerjaan Pembangunan Jaringan Irigasi Kegiatan APBDP 2024.

Post by : Redaksi

Berita Regional.com Bengkulu Utara – Pembangunan Sektor Pertanian sangat erat kaitannya dengan ketersediaan prasarana dan sarana pertanian.Salah satu permasalahan utama dalam pelaksanaan pembangunan pertanian di Kabupaten Bengkulu Utara adalah ketersediaan prasarana dan sarana pertanian yang memadai di sentra-sentra produksi pertanian.

Selain itu terjadinya kerusakan prasarana dan sarana pertanian khususnya prasarana dan sarana pengelolaan air akibat bencana alam. Selain itu keterbatasan akses terhadap lokasi sentra-sentra pertanian mengakibatkan semakin tingginya biaya transportasi input dan hasil produksi.

Oleh karena itu salah satu prioritas pembangunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Bengkulu Utara adalah peningkatan ketersediaan prasarana dan sarana pertanian dalam upaya peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu produk pertanian.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mendukung penyediaan sarana prasarana air guna memenuhi kebutuhan air untuk pertanian, adalah melalui pemanfaatan sumber-sumber air yang tersedia di areal usaha tani khususnya di bidang pertanian, baik air Permukaan maupun air tanah.

Kendala utama saat ini adalah banyaknya jaringan irigasi yang sudah rusak sehingga tidak mampu lagi menampung debit air yang ada, saluran yang roboh dan jebol termakan usia maupun karena faktor cuaca/alam.

Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) Kabupaten Bengkulu Utara Tahun Anggaran 2024 di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan dapat mengakomodir 3 paket pekerjaan dari usulan Kelompok Tani untuk membangun jaringan irigasi yang baik disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan dengan Pagu Anggaran masing-masing Rp.140.000.000,”.

Sejak penyerahan lapangan (Titik Nol) pekerjaan pada akhir oktober, Rekanan pelaksana melaksanakan pekerjaan fisik secara marathon di awasi oleh Konsultan Pengawas CV.Dinamika Consultant.

Maka sesuai ketentuan setelah pekerjaan fisik selesai, dilaksanakan Provisional Hand Over (PHO) oleh Pejabat Penandatangan Kontrak bersama Konsultan Pengawas didampingi Pengelola Kegiatan dan Tim Teknis.

Bangunan Jaringan Irigasi ini sangat dibutuhkan oleh petani untuk memperlancar dan mengurangi kehilangan pasokan air melalui resapan akibat kebocoran saluran sehingga sampai ke petakan-petakan sawah sehingga mereka dapat menanam padi dengan baik.

 

Pewarta : Nadit/ADV

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *