Post By : Redaksi
Berita Regional.Com Bengkulu Utara – Dugaan penyimpangan anggaran kembali menyeruak di Puskesmas Air Lais. Data Rencana Belanja APBD Tahun 2026 yang dikirim sumber terpercaya ke Redaksi menunjukkan banyak kejanggalan.
Total Pagu Anggaran tercatat sebesar Rp 392.000.000 untuk pelaksanaan pekerjaan Januari hingga Desember 2026.
Dari pagu tersebut, terungkap 24 paket belanja dengan total Rp 378.598.876 yang diduga kuat di mark-up.
Menurut keterangan sumber internal, banyak item belanja yang diduga diganti dan nilainya tidak wajar.
“Banyak diganti yang tidak masuk akal,” ungkap sumber kepada Redaksi, Senin (12/05).
Untuk memudahkan pembaca, berikut 5 belanja terbesar yang menjadi sorotan:
1. Belanja Modal Mebel : Rp 59.771.200
2. Belanja Modal Alat Kedokteran Umum : Rp 44.598.000
3. Belanja Bahan-Bahan Kimia : Rp 40.760.000
4. Belanja Makanan dan Minuman Rapat : Rp 36.386.000
5. Belanja Internet/TV Berlangganan : Rp 27.200.000
Selain 5 item di atas, masih ada belanja lain yang nilainya juga besar, seperti:
– Belanja Bahan Cetak : Rp 27.412.000
– Belanja Jasa Tenaga Kebersihan : Rp 25.200.000
– Belanja Perabot Kantor : Rp 21.991.000
Jika dihitung, hanya untuk 3 item saja (Mebel, Perabot, dan Alat Kedokteran) anggarannya sudah tembus Rp 126 Juta. Publik pun mempertanyakan apakah barang-barang tersebut benar-benar ada fisiknya dan sesuai spesifikasi?
Ironisnya, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Puskesmas Air Lais, Ibu Nurul Azizah, belum memberikan klarifikasi resmi terkait rincian belanja tersebut.
Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada Ibu Nurul Azizah selaku Kepala Puskesmas dan Bendahara pengeluaran.
Jika dugaan mark-up ini terbukti, maka hal ini jelas berpotensi merugikan keuangan negara dan mencederai pelayanan kesehatan masyarakat Air Lais.
Redaksi membuka ruang hak jawab.
Pewarta: Nadit Hasan










