Klarifikasi Dugaan Pungutan di PUSTU Kapus Air Lais Sebut Hanya Rp 20 Ribu, Saat Dikonfirmasi Ulang oleh Berita Regional.Com Malah Bungkam

Post By : Redaksi

Berita Regional.Com Bengkulu Utara – Dugaan pungutan bulanan di Puskesmas Pembantu (PUSTU) wilayah kerja Puskesmas Air Lais, Kecamatan Padang Jaya, terus menjadi sorotan.

Sebelumnya diberitakan, petugas PUSTU mengaku pusing karena wajib setor Rp 50 ribu bahkan lebih tergantung luas wilayah, tanpa kejelasan peruntukan, hingga terpaksa menggunakan uang pribadi karena pasien sepi dan kebanyakan pasien BPJS.

“Apa setor ke Dinas Kesehatan, kita nggak tahu kegunaannya uang tersebut untuk apa. Yang jelas kami disuruh setor setiap bulan,” ujar sumber PUSTU.

Menanggapi pemberitaan tersebut, Kepala UPTD Puskesmas Air Lais, Nurul Azizah, memberikan klarifikasi kepada rekan media lain yang masih satu organisasi dengan Berita Regional.Com.

Dalam klarifikasinya, Nurul Azizah membantah besaran tersebut.

“Sebenarnya saya tidak memungut sebesar yang diberitakan. Saya meminta 20 ribu itu guna untuk rawat pasien,” ujarnya melalui sambungan WhatsApp.

Ia juga menjelaskan, saat tim media mendatangi Puskesmas dan disebut staf sedang menangani pasien melahirkan di klinik pribadi, dirinya sedang tidak praktik.

“Saya kemarin tidak melayani pasien yang disebut staf saya itu, namun saya pergi ke BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia). Itu staf saya tidak tahu. Kalau untuk pasien di klinik saya, saya punya asisten,” kata Nurul Azizah.

Namun, ketika rekan media menanyakan siapa asistennya di klinik tersebut, apakah bidan atau perawat dan apakah sudah memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP), Kepala Puskesmas tersebut tidak menjawab.

Saat Media BeritaRegional.Com Konfirmasi Ulang, Kapus Bungkam

Untuk berimbang, tim BeritaRegional.Com kemudian melakukan konfirmasi ulang secara langsung kepada Kepala Puskesmas Air Lais, Nurul Azizah.

Namun sangat disayangkan, saat media Berita Regional.Com konfirmasi ulang, Kepala Puskesmas Air Lais tersebut bungkam. Pesan WhatsApp yang dikirim hanya dibaca (centang dua biru) tanpa dibalas, dan saat ditelepon tidak diangkat.

Hingga berita ini diterbitkan,Berita Regional Belum Mendapatkan penjelasan resmi dari kepala Puskesmas Air Lais secara resmi.

Pewarta : Nadit Hasan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *