Post By : Redaksi
Berita Regional.Com Bengkulu Utara – Dugaan pemberian keterangan palsu secara berjamaah mencuat di SMPN 46 Bengkulu Utara, terkait kasus siswa yang tersengat listrik di lingkungan sekolah.
Saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (16/09/2026) siang di area SMPN 46, oknum guru dan oknum kepala tukang memberikan keterangan yang senada.
Keduanya mengklaim siswa korban sudah sehat, sudah kembali masuk sekolah, dan sudah dibawa ke rumah sakit.
Faktanya, hingga Jumat (18/09/2026), kondisi siswa tersebut masih sakit dan belum sembuh total.
Korban justru baru dibawa ke Puskesmas Lubuk Durian, dan menurut informasi harus dirujuk ke RSUD Arga Makmur. Akibat sengatan listrik, siswa kini mengalami riwayat jantung dan kakinya kurang berfungsi normal.
“Keterangannya palsu berjamaah, senada pula. Sepertinya ingin menutupi aib Kepala Sekolah yang baru ini. Padahal anaknya masih sakit,” tegas warga kepada media.
Ironisnya, Kepala SMPN 46 yang baru memilih bungkam dan selalu mengabaikan konfirmasi media, seolah pemberitaan tidak berdampak.
Masyarakat mendesak Dinas Pendidikan dan Inspektorat Bengkulu Utara segera turun tangan. Dugaan kebohongan berjamaah ini dinilai sebagai bentuk penghalangan informasi publik dan kelalaian terhadap keselamatan siswa.
Pewarta : Red










