Past By : Redaksi
Berita Regional.com Bengkulu Utara — KEGELISAHAN warga Desa Durian Amparan, Kabupaten Bengkulu Utara, memuncak. Proyek pembangunan jalan penghubung menuju Desa Air Manganyau Barat yang sudah dinanti bertahun-tahun hingga kini belum juga dimulai.
Berdasarkan informasi warga, proyek ini sudah disurvei Dinas PUPR Kabupaten Bengkulu Utara sejak 2024-2025. Pada awal 2026, harapan sempat muncul setelah terpasang papan informasi proyek dengan nilai anggaran Rp1.770.700.000 bersumber dari APBD Kabupaten Bengkulu Utara. Jadwal pelaksanaan bahkan sudah dicantumkan mulai 1 Juli 2026.
Namun hingga kini belum ada aktivitas di lapangan. Ironisnya, papan informasi proyek tersebut juga sudah hilang.
Kondisi ini memicu dugaan warga bahwa anggaran proyek telah dialihkan.
“Kami sudah menunggu bertahun-tahun. Sudah ada papan petunjuknya, tapi sampai sekarang belum ada pekerjaan. Papan informasinya pun hilang begitu saja. Kami khawatir anggaran dan pekerjaannya justru dipindahkan ke desa lain, padahal jalan ini sangat kami butuhkan untuk memperlancar transportasi dan hasil bumi warga,” ujar salah satu warga.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara melalui Dinas PUPR segera memberikan penjelasan transparan dan kepastian resmi. Apakah proyek tetap berjalan sesuai rencana awal, atau memang ada perubahan yang belum dikomunikasikan kepada masyarakat.(Red)










