Diduga Ada Pungutan Uang Perpisahan di SMPN 11 Bengkulu Tengah

Post by : Redaksi

‎Berita Regional.com Bengkulu Tengah – Beredar informasi bahwa siswa siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN.11) Benteng, dimintai biaya sebesar Rp 100 ribu untuk uang perpisahan.

Informasi yang didapat salah satu sekolah SMPN. 11 Bengkulu Tengah di berlokasi di jln Raya Air Sebakul kecamatan talang empat meminta sejumlah uang kepada para siswanya untuk uang perpisahan.

Menjelang kelulusan tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN. 11) diduga ada pungutan atau iuran untuk biaya perpisahan sekolah terutama kelas IX yang mencapai ratusan ribu rupiah per siswa , seperti yang dilakukan pihak SMP Negeri 11,Bengkulu Tengah baru baru ini, sehingga dikeluhkan beberapa orang tua murid.

Padahal pemerintah sendiri sudah memberi aturan bahwa sekolah yang negeri itu gratis, bahkan di era Presiden Prabowo Subianto menggulirkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa dan siswi di sekolahan.

Hal ini terkuak oleh keluhan dari salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya kepada awak media Berita Regional. Com ,minggu(10/05 2026), Mengatakan “Saya kaget, anak saya meminta uang sebesar Rp 100.000,00,- untuk membayar perpisahan kelulusan adapun rincian kegunaan uang Rp 60 ribu tersebut untuk biaya uang kas Rp 40 ribu untuk Snack, dan Makan – makan Guru.

Disitu sudah jelas Permendikbud , terutama sekolah Negeri, dilarang keras memungut biaya perpisahan yang bersifat wajib, memberatkan, atau ditetapkan nominal serta waktunya oleh pihak sekolah/komite. Aturan ini didasarkan pada Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 dan Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012, yang menegaskan kegiatan perpisahan harus sederhana dan tidak boleh memberatkan orang tua.

Tidak sebatas itu saja tim Berita Regional. Com mengupayakan melanjutkan kebenarannya hal tersebut,mencoba menghubungi Kepala sekolah setempat,namun saat ditemui disekolah,salah satu guru disana mengatakan kepala sekolah lagi Dinas Luar (DL) saat ini tim Berita Regional lagi mengupayakan mencari No whatsapp/Headphone beliau tersebut,untuk mengklarifikasi kebenarannya,guru tersebut mengungkapkan kami tidak berani memberikan no Kepala sekolah tersebut nanti kami dimarah.

Saat tim Berita Regional. Com mencoba konferensi dengan Tata Usaha Sekolah SMPN 11 Bengkulu Tengah ,Ibu Angraini, ia menjelaskan melalui sambungan whatsapp, “setahu saya engak ada pak , nanti saya tanya dulu dengan wali kelas, setau saya engak ada tapi enggak tau juga saya,” jelas Ibu Angraini

Masih lanjut ibu Angraini melalui sambungan langsung Whatsapp, ibu Angraini kembali menjelaskan, ” Bahwasanya Ibu Angraini sudah konferensi keguru yang lain, membenarkan bahwa ada pungutan, namun beliau mengungkapkan, uang 100 ribu itu bukan uang perpisahan pak,itu kegunaan nya untuk uang kas sepuluh ribu perbulan dari bulan Januari sampai bulan Juni jumlahnya enam puluh ribu,empat puluh ribunya anak – anak minta foto, jadi setiap anak nanti dapat foto satu foto, itu aja pas Seratus ribu, “kata ibu Angraini.

Jika benar ini terjadi disekolah tersebut meminta kepada tim Satgas Saber Pungli,Dinas Pendidikan Bengkulu Tengah,dan dinas terkai agar dapat turun langsung ke SMPN 11,Benteng ,menindak tegas pihak Sekolah tersebut sesuai undang – undang yang berlaku dinegara republik indonesia.

 

Pewarta : tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *