Post by : Redaksi
Berita Regional .com Bengkulu Utara – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPC) Gerakan Cinta Prabowo (GCP) Kabupaten Bengkulu Utara, Dedi Susanto, meminta pemerintah daerah untuk evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul kasus dugaan keracunan di SPPG Giri Kencana yang menimpa siswa MIN 2 Ketahun.
Ketua DPC GCP Kabupaten Bengkulu Utara, Dedi Susanto, Evaluasi secara maksimal terhadap SPPG Giri Kencana untuk memastikan program yang digagas pemerintah benar-benar aman dan bermanfaat bagi masyarakat
Menurut Dedi, evaluasi yang dilakukan harus bersifat total, mencakup semua rantai penyediaan makanan. Hal ini mencakup standar dapur produksi, proses distribusi, hingga mekanisme pengawasan di sekolah penerima. Dengan demikian, akar persoalan bisa ditemukan secara jelas dan perbaikan dapat dilakukan secara menyeluruh.
“Evaluasinya itu harus dilakukan secara total. Jadi jangan saling menyalahkan, tapi kita evaluasi bersama sehingga jangan terulang kembali,” tegas Dedi
Dedi juga menegaskan bahwa program MBG merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak bangsa. Oleh karena itu, keberhasilan program ini sangat penting dan harus dijaga melalui pengawasan yang ketat serta komitmen dari seluruh pihak yang terlibat.
“Marilah kita bekerja bersama dalam membangun bangsa dan negara dengan bergotong royong. Fokus kita adalah memperbaiki supaya kejadian keracunan tidak terulang lagi,” ujarnya.
Kasus dugaan keracunan makanan gratis yang menimpa siswa di MIN 2 Ketahun sebelumnya telah memicu keprihatinan publik. Sejumlah pihak menilai lemahnya pengawasan distribusi dan standar penyediaan makanan menjadi penyebab utama.
Organisasi Gerakan Cinta Prabowo akan menjalankan fungsi sebagai pengawasan untuk mendorong evaluasi menyeluruh sehingga program MBG tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga benar-benar memberi manfaat nyata bagi penerima.
Dedi menutup dengan menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah serta penyedia layanan makanan.
“Keamanan dan kualitas gizi harus menjadi prioritas. Program ini adalah investasi bagi generasi masa depan, jangan sampai tercederai oleh kelalaian teknis,” tandasnya . (Eldaaa)










