Post by : Redaksi
Berita Regional.com Bengkulu Utara – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dalam hal ini Asisten I Setdakab BU, Bari Oktari, S.STP mewakili Bupati Secara resmi membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah strategis menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah pada Kamis (12/02/2026).
Acara dilaksanakan di Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkulu Utara dihadiri Wakapolres Bengkulu Utara, Kasdim 0423/BU, Perwakilan Dari Pengadilan Negeri, dan OPD Terkait.
Dalam sambutannya, Asisten I Bari Oktari, S.Stp menyampaikan bahwa fenomena kenaikan harga barang pokok sering terjadi setiap tahun menjelang Ramadan akibat tingginya permintaan pasar. Oleh karena itu, Pemerintah hadir sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk:
Menjaga pasokan barang pokok agar tetap tersedia bagi masyarakat.
Menekan laju inflasi daerah melalui stabilisasi harga.
Meningkatkan daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pasar.
”Gerakan Pangan Murah ini adalah bagian dari intervensi pasar untuk menjaga pasokan barang tetap tersedia dan harga tetap terkendali. Ini bukan sekadar transaksi jual beli, tetapi upaya meningkatkan daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas inflasi daerah,” ujarnya
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menegaskan komitmennya dalam menjalankan instruksi Menteri Dalam Negeri terkait pengendalian inflasi, di antaranya:
Operasi Pasar Murah: Pelaksanaan GPM secara rutin dan serentak.
Sidak Pasar: Melakukan pemantauan langsung ke pasar bersama jajaran Forkopimda dan Polres untuk mencegah penimbunan barang oleh distributor.
Gerakan Menanam: Pendistribusian bibit sayuran kepada masyarakat guna mewujudkan ketahanan pangan mandiri dari rumah tangga.
Kerjasama Antar Daerah (KAD): Membangun kemitraan pasokan komoditas, seperti suplai cabai dari Curup ke Bengkulu Utara.
Pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT): Penggunaan instrumen APBD untuk penanganan situasi darurat.
Subsidi Biaya Transportasi: Memberikan bantuan transportasi logistik, khususnya untuk daerah terluar seperti Kecamatan Enggano, guna menjamin distribusi bahan pokok tetap lancar.
Pemerintah menghimbau agar masyarakat tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan karena stok dipastikan mencukupi. Selain itu, para distributor diperingatkan dengan tegas untuk tidak melakukan penimbunan barang yang dapat merugikan masyarakat luas.
“Jadi, Ibu-ibu jangan panik jangan khawatir menjelang Romadhon ini Pemerintah Daerah memastikan pasokan tetap terjaga dan tersedia” ujarnya.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini disambut antusias oleh warga dengan langsung membeli produk yang di jual saat kegiatan ini selesai di buka. (Hd)










