Pos By : Redaksi
Berita Regional.com Kaur –Terpantau oleh wartawan media online berita regional.com, kegiatan proyek pembangunan infrastruktur jalan rabat beton yang yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2025 tepatnya di Desa Sukarami Kecamatan Kaur Tengah Kabupaten Kaur kini berujung ricuh. Kamis, (30/10/2025).
Dikutip dari media online Aksara24.id, proyek pembangunan infrastruktur jalan rabat beton yang seharusnya menjadi akses vital bagi masyarakat malah justru disegel oleh masyarakat itu sendiri. Penyegelan ini dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan ketidakjelasan status lahan yang digunakan untuk pembangunan jalan rabat beton yang diketahui telah selesai dibangun pada saat ini.
Menurut keterangan dari sejumlah warga, penyegelan dilakukan karena pihak pemerintah desa (Pemdes) Sukarami diduga tidak mengantongi terkait dengan surat hibah lahan untuk pembangunan jalan rabat beton ini.
Masyarakat desa Sukarami menilai bahwa sebelum pembangunan dimulai, seharusnya pihak pemerintahan desa terlebih dahulu mengantongi surat hibah dari pemilik lahan yang sah.
Diketahui sebelumnya, masyarakat sudah mengusulkan pada pihak pemerintahan desa dalam hal ini Kepala Desa Armansyah agar kiranya dapat memperbaiki jalan yang sudah rusak di areal persawahan warga, namun pihak pemerintahan desa bersikeras tetap mengarahkan titik pembangunan ke tempat yang sekarang sudah selesai dibangun.
Dengan tidak adanya tanggapan dari pihak pemerintahan desa terkait usulan tersebut, pada akhirnya menimbulkan berbagai spekulasi, oleh karena itu sebagian warga yang punya lahan di proyek tersebut merasa tidak dihargai oleh pihak pemerintah desa, sehingga terjadilah penutupan dan penyegelan jalan tersebut.
”Kami sebagai warga sangat mendukung pembangunan di desa kami. Tapi, kami juga tidak ingin pembangunan ini menimbulkan masalah di kemudian hari Kami ingin kejelasan status lahan ini dulu”, Ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Lebih lanjut, warga menjelaskan bahwa mereka telah berulang kali mempertanyakan masalah surat hibah ini kepada pihak Pemdes. Namun, hingga proyek berjalan dan jalan rabat beton hampir selesai, surat hibah tersebut tak kunjung diperlihatkan. Hal inilah yang kemudian memicu kemarahan warga dan berujung pada penyegelan proyek.
Pewarta : Lanang TurKi










