Post by : Redaksi
Berita Regionnal.com Bengkulu Utara – Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat, Wakil Bupati Bengkulu Utara, H. Sumarno, S.Pd bersama Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Heru Susanto, S.T, menghadiri langsung kegiatan gotong royong perbaikan jembatan yang mengalami kerusakan berat di Desa Wonoharjo, Kecamatan Giri Mulya pada Rabu 21 Mei 2025.
Jembatan yang selama ini menjadi akses vital bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung mobilitas warga dan kegiatan ekonomi, mengalami kerusakan parah pada bagian papan lantai, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Kondisi ini menghambat aktivitas warga, termasuk akses ke sekolah, fasilitas kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian.
Menanggapi keluhan masyarakat, Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara bergerak cepat dengan menginisiasi kegiatan gotong royong bersama masyarakat dan lintas sektor, sebagai bentuk kehadiran nyata pemerintah di tengah masyarakat.
Hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini unsur TNI Danramil Lais beserta Anggota Kepolisian Kapolsek Giri Mulya beserta Anggota, PT. Sandabi Indah Lestari, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Komunikasi dan Informatika, unsur Tripika, para sopir angkutan desa, Kepala Desa Wonoharjo, Kepala Desa Giri Mulya ,tokoh masyarakat, serta warga Desa Wonoharjo.
Wakil Bupati Sumarno dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak swasta maupun pemerintah.
“Hari ini kita semua hadir di sini bukan hanya untuk memperbaiki jembatan, tetapi untuk menunjukkan bahwa kebersamaan dan semangat gotong royong adalah kekuatan kita. Terima kasih kepada CSR, para sopir, masyarakat, serta para donatur yang telah dengan sukarela membantu menyediakan kayu papan dan perlengkapan lainnya ini adalah bentuk solidaritas yang luar biasa,” ungkap Wabup.
Lebih lanjut, Wabup Sumarno juga menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah akan berupaya untuk mengusulkan pembangunan permanen jembatan melalui penganggaran di Tahun 2026.
“Kami berharap tahun 2026, jembatan ini dapat dibangun secara permanen. Kita memahami pentingnya akses ini untuk mobilitas dan kegiatan ekonomi warga. Untuk itu, Pemerintah Daerah akan menjadikan ini salah satu prioritas dalam perencanaan infrastruktur ke depan,” Tutupnya.
Sementara itu Asisten II Setdakab Bengkulu Utara Heru Susanto, S.T juga menyampaikan bahwa partisipasi aktif masyarakat seperti ini akan menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam menjaga dan merawat fasilitas umum, serta menjalin kemitraan yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
Dengan semangat gotong royong, kegiatan perbaikan jembatan ini bukan hanya menyelesaikan masalah teknis, tetapi juga memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Bengkulu Utara yang lebih maju dan sejahtera.
Pewarta : Nadit










