Agricinal Prank FMBP, Hasil Mediasi Bersama Diingkari

Post by : Redaksi

Berita Regional.com Bengkulu Utara – Dalam hal ini Rangkaian mediasi terkait konflik agraria antara PT Agricinal dan Forum Masyarakat Bumi Pekal (FMBP) Bengkulu Utara terus berlanjut tanpa mencapai titik temu.

Bacaan Lainnya

Mediasi dilaksanakan dua hari berturut-turut, yakni pada Senin (2/12) di Polsek Putri Hijau mendapatkan beberapa point kesepakatan, salah satunya adalah PT Agricinal bersama Forum Masyarakat Bumi Pekal bersepakat untuk mencari lahan diluar HGU yang berpotensi untuk dikelola oleh Forum.

Namun pada mediasi yang digelar pada Selasa (3/12) di kantor Agricinal, Kesepakatan yang telah dibahas pada mediasi sebelumnya urung dilaksanakan.

Ponco mujiharjo juru bicara Forum Masyarakat Bumi Pekal,mengaku kecewa atas sikap yang diambil oleh pihak perusahaan yang dinilai tidak serius untuk menyelesaikan konflik ini, bahkan sikap tersebut terkesan mempermainkan semua pihak yang hadir saat mediasi.

“Mediasi yang kita laksanakan selama dua hari ini tidak juga menemukan titik terang,kami merasa di prank oleh perusahaan” Sampai Ponco.

Ponco menambahkan, untuk menyelesaikan masalah ini seharusnya perusahaan berani mengambil kebijakan atas apa yang telah disampaikan oleh Forum Masyarakat Bumi Pekal pada mediasi sebelumnya, jika tidak makan konflik ini akan berlarut larut.

“ Kita Forum telah berupaya membuka diri, namun lagi lagi perusahaan tidak bisa mengambil kebijakan, oleh karena itu Forum akan tetap bertahan dengan apa yang menjadi tuntutan” Tegasnya

Lanjut Ponco, Konflik ini dipicu oleh perbedaan klaim atas lahan. Masyarakat berpedoman berdasarkan hak mereka pada surat pernyataan pelepasan HGU PT Agricinal untuk masyarakat.

Sementara PT Agricinal tetap berpegang pada peta lama yang menyatakan bahwa lahan tersebut merupakan bagian dari area inklave HGU mereka.

“PT Agricinal juga tidak dapat menunjukkan dokumen asli pembaruan lima sertifikat HGU mereka dalam rapat, yang menjadi salah satu tuntutan masyarakat desa penyangga,” terang Ponco.

Lanjut Ponco, masyarakat telah menunjukkan itikad baik dengan memberikan kelonggaran bagi PT Agricinal untuk tetap beroperasi dengan membuka blokade jalan hingga Senin.

Namun, PT Agricinal mengingkari kesepakatan dengan masyarakat dan mencoba mempropagandakan isu yang memperkeruh situasi yang ada saat ini.

“Sekarang masyarakat diisukan membuat kericuhan, kami tegaskan kembali bahwa masyarakat tetep kondusif tidak ada kericuhan. Masyarakat tetap mengikuti mekanisme dan prosedur yang ada,” tegas Ponco.

Lebih jauh kata Ponco, kegagalan mediasi ini memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap PT Agricinal, karena tidak menghormati kesepakatan dan cenderung memancing konflik lebih jauh.

“Aksi blokade kembali kami lakukan. Kami minta agar PT Agricinal memenuhi tuntutan dengan menunjukkan dokumen terbaru dan menghormati kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya,” Tukas Ponco.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *