Post by : Redaksi
Berita Regional.com Bengkulu Utara – Kondisi jembatan penghubung antar Dusun Sungai Kualalangi dan Desa Pagardin menuju Dusun 1, Kecamatan Ulok Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu saat ini kondisi jembatan tidak layak lagi dilewati oleh pengguna jembatan.
Jembatan tersebut digunakan sebagai alat penghubung masyarakat setempat, entah itu untuk pejalan kaki atau pun untuk kendaraan. Sebuah jembatan harusnya dibangun, dengan memperhatikan segi keamanan dan keselamatan. Apa yang akan terjadi apabila fisik dari jembatan terlihat meragukan atau berbahaya, kecuali hanya orang – orang berani dan sudah terbiasa saja yang sanggup melewatinya.

Seperti halnya jembatan penghubung antara Desa pagardin , menunju ke kantor Camat Ulok Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara dimana kondisinya sangat – sangat tidak layak dilalui. Menurut pantawan awak media online ini Jembatan tersebut sudah miring sekitar -+35 drajat dan tiang penyangganya kelihatan sudah mau roboh.
Berdasarkan keterangan kepala desa,Eko Satrio dan sejumlah warga, jembatan yang dibangun di atas ketinggian sekitar 20 meter dan panjang lebih kurang 40 meter itu. Sebelumnya dibangun menggunakan APBD Kabupaten Bengkulu Utara pada masa jabatan Imron Rosadi jadi Bupati Bengkulu Utara, dimana status jalannya merupakan jalan kabupaten.

Atas kondisi jembatan yang sangat tidak layak itu, karena resiko jatuh ke sungai sangatlah tinggi. Namun seolah dibiarkan saja bertahun – tahun oleh Pemerintah Kabupaten Bengkulu utara, membuat sejumlah warga merasa daerah tersebut seperti di anak tirikan. Sehingga warga berharap kepada Pemerintah dan dinas terkait, agar segera dapat memperbaiki kembali jembatan itu sebelum menelan korban jiwa.
Karena jika ada warga yang jatuh dari jembatan tersebut, bisa dipastikan nyawanya akan melayang. Jika jembatan ini roboh, dipastikan korbannya meninggal dunia dikarenakan tinggi jembatan hampir 20 meter. “Ujar Eko Kepala Desa pagardin. Senin, 12 Agustus 2024.

Masih lanjut kades pagar din, Eko Selain itu, apabila jembatan itu roboh, maka akses transportasi warga pagardin tersebut tutup total, Tutup Eko.
Salah satu warga pagardin yang engan disebut namanya Kesal dengan kondisi jembatan yang tak kunjung dibangun tersebut, membuat salah satu warga mengatakan ,”ketua DPRD kabupaten Bengkulu Utara sebenarnya bertetanggaan dengan desa kami ini namun seperti inilah yang terjadi di desa kami dan juga Bupati Bengkulu Utara tinggal di daerah pemilihan Dapil IV, ” jelas warga.
“Harapan Kami kepada ketua dan anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, khususnya daerah pemilihan Dapil IV yang telah berhasil duduk pada Pemilihan Legislatif tahun 2019 lalu agar kiranya dapat membantu keluhan kami di desa pagardin ini,
Tapi entah mengapa mereka seolah-olah tutup mata dan dinilai oleh warga tidak banyak berbuat ,terkait kondisi infrastruktur yang dinilai sangat miris tersebut.
Masih sangat banyak lagi harapan warga kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara dan DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, yang intinya ingin pembangunan disama ratakan tanpa dikotak-kotakkan oleh pengambil kebijakan, “tutup warga.
Pewarta : Team










