Post By : Redaksi
Berita Regional.com Bengkulu Utara – Dinas Sosial (DINSOS)Bengkulu Utara terus meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat. pelayanan publik yang dilakukan oleh Dinas Sosial Bengkulu Utara yaitu selalu melayani
Beberapa pengaduan masyarakat yang sering dilayani yaitu pengecekan DTKS.
Pelayanan Penerima Bantuan Iuran Jaminan kesehatan (PBI-JK) yg bersumber dari APBN dan Informasi terkait bantuan baik BPNT/PKH, Penanganan Orang Terlantar, Permohonan surat pengantar KKS hilang/rusak dan masih banyak pengaduan lainnya.
Hal ini merupakan salah satu wujud nyata bahwa Dinas Sosial Bengkulu Utara terus meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat yang ada di Bengkulu Utara sesuai dengan Standar Pelayanan Publik atau sesuai perintah Bupati Bengkulu Utara.
Dinas Sosial Bengkulu Utara,dapat menjadi wadah pengaduan persoalan kemiskinan yang ada di masyarakat.
Affrianto, S.Sos., M.Si Selaku Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Menjelaskan,”Segala keluhan masyarakat terkait bantuan sosial selalu kami bantu, misalnya pengecekan DTKS melalui aplikasi SIKS-NG.
Jadi kita berupaya agar pelayanan masyarakat ini sampai ke desa dengan adanya Aplikasi SIKS-NG masyarakat engga perlu lagi ke dinsos cukup cari operator di desa
Sudah ada Oprator yang Kita latih dengan sudah ada petugas di desa,jadi desa itu sudah bisa secara mandiri,ngecek sendiri,perbaiki sendiri, dan mengusulkan secara mandiri jadi dari desa tidak perlu lagi ke dinsos cukup ke aplikasi berikut kita lakukan inovasi desa ini inovasi kita ini adalah upaya untuk memberikan layanan kepada masyarakat hingga ke desa.
kegiatan kita ini sudah ditiru sama kabupaten lain, karena bisanya kabupaten lain harus cek dulu ke dinsos sedangkan kita Bengkulu Utara tidak lagi, jadi kabupaten lain tertarik dengan yang kita lakukan ini sudah 7 kabupaten yang melakukan studi tiru ke dinas sosial Bengkulu Utara, bahkan di tingkat kabupaten mengundang kita sebagai narasumber, Seluma , benteng , dan rejang Lebong mengundang kita jadi narasumber untuk pengolahan DTKS.
jadi program ini sebelumnya tidak ada di tingkat kabupaten lain malah di beberapa tingkat kabupaten saat ini meniru kita tentang pengolahan DTKS.
sehingga kita melatih operator-operator desa itu kita latih kemudian setelah kita latih sehingga mereka bisa mengoperasikan siks-ng jadi satu aplikasi untuk mengolah data dtks dan desa mengikuti tahapan-tahapannya,”Affrianto, S.Sos., M.Si
Agus Sudrajat,S.KM,MM,Membenar Kita punya inovasi disikmasa Digitalisasi siks-ng masuk desa.Sehingga setiap desa sudah Mandiri dalam pengelolaan data kemiskinan atau DTKS.. Data terpadu kesehatan sosial,Sebagai pedoman penyaluran bansos,PKH BPNT/sembako dan PBI APBN.
Dengan kemandirian tersebut Desa bisa secara mandiri didesa masing-masing tanpa harus ke dinas sosial kabupaten utk :
1. Cek bansos
2. Perbaikan data bansos
3. Usul bansos
Inovasi disikmasa sudah beberapa dinsos kabupaten tetangga yg melakukan kaji tiru Bahkan 3 kabupaten telah menjadikan dinsos kabupaten Bengkulu utara menjadi narasumber di kabupatennya masing-masing dalam pengelolaan DTKS.”Jelas Agus Sudrajat,S.KM.,MM,
Tambah Kepala Dinas sosial (DINSOS), Agus Sudrajat,S.KM.,MM, Menghimbau apa bila adanya oknum mengatasnamakan dari dinas sosial,yang mendata ada bantuan namun meminta sejumlah uang itu bukan dari dinas sosial Bengkulu Utara,namun itu ada oknum yang ingin mengambil keuntungan sendiri.
Kalau memang ada yang datang kerumah, kekantor Desa atau ketempat lainnya,tanya, lihat surat tugasnya apa bila mengatasnamakan dinas sosial segera laporkan ke dinas sosial ,Kami dinas sosial tidak pernah memerintahkan petugas Dinas sosial maupun mitra sosial seperti PKH, pendamping PKH, TKSK,Pendamping rehabilitasi sosial itu tidak pernah memerintahkan untuk menarik dana dari masyarakat dengan dalih apapun,”tutup Agus Sudrajat,S.KM.,MM
Pewarta : Nadit










