Post By : Redaksi
Berita Regional.com Kaur – Seorang masyarakat yang yang selalu di uji tapi tetap selalu sabar dalam menjalankan amanah, demi menegakan Kebenaran di jagat raya yang saat ini adalah panggung Sandiwara.
Saat ini beliau tinggal di sekitar wilayah Kabupaten Kaur provisi Bengkulu Indonesia, tepatnya di Desa Lawang Agung, Kecamatan Lungkang Kule Kabupaten Kaur. Beliau selalu senantiasa bersabar, selalu berusaha dan berdoa Kepada Allah SWT dan selalu dalam Bimbingan Leluhur asal mula jadi Dan mula menjadikan Tegak lurus pada Pedoman ideologi Pancasila, untuk terwujudnya Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Dimana saat ini masyarakat hampir lupa Dengan Perjuangan Leluhur Dalam Kemerdekaan Republik Indonesia, yang selalu kita peringati setiap 17 Agustus.
Perjalanan Seorang masyarakat ini sangat mengesankan,” Beliau adalah putra Asal KINAL, Kinallah, Atas izin Allah beliau mendapatkan Amanah dari Leluhurnya Pada Tahun 2017 yang lalu, Putra Asli kinal ini menerima Amanah Dari Leluhur. Mpu Hyang Semegat Bin Puyang Muge Rambai yang di Terima langsung di tapak Petilasan kelam silam Puyang Semegat, Yang Berada di Desa Tanjung Alam.
Beliau di Amanahkan untuk mengumpulkan Benang- Benang yang terputus, untuk di sambungkan Kembali , Hingga beliau Mengembara ke berbagai Wilayah untuk menjalankan amanah menyambungkan Benang- Benang yang terputus selama ini. Alhamdulillah perjalanan dan perjuangan yang beliau laksanakan tidak sia- sia sudah banyak yang tersambung kembali saat ini.
Lanjut, Pada tahun yang sama tahun 2017, beliau Kembali mendapatkan Amanah yang ke Dua, Dari Mpu Hyang (Puyang) Sinje Alam Sakti Bin Puyang Seratal yang di Terima di tapak Petilasan Puyang Sinje Alam Sakti, beliau di Berikan Nama atau Gelar Oleh Mpu Hyang Sinje Alam Sakti, “Lanang Serunting” untuk menjalankan tugas, Membenahi Benang Yang Kusut, Putra Kinal ini terus berjuang untuk menegakkan Kebenaran Dan Keadilan terkhususnya di wilayah Kabupaten Kaur dan Sekitarnya. tanpa mengenal rasa lelah dan terkadang iya menerima hinaan dan cemoohan Dari Orang yang tidak menyukainya, tapi iya tetap sabar dan tetap semangat untuk memperjuangkan Ideologi dasar negara yaitu Pancasila.
Beliau tetap Sabar dan tawakal dengan segala macam ujian yang di terima. dengan hati yang tulus dan ikhlas, tetap fokus demi menjalankan amanah, Putra asal Kinal ini tidak pernah sedikitpun berniat menyakiti orang-orang yang tidak pernah menghargai Perjuangan dan Pengorbanannya, Demi untuk kebaikan dan kepentingan Orang banyak, karna menurut beliau mereka tidak mau tahu dan tidak mau paham apa yang sedang iya perjuangkan
Beliau tidak pernah bosan memberikan saran Dan masukan kepada siapa saja, yang sedang lupa atau lali dengan Asalmuasalnya, Siapa dia Dan apa tugas dan tanggung jawabnya di Dalam kehidupan sehari-hari nya, di dunia ini. Karena di dalam Hidup ini, Manusia adalah tempat nya salah Dan khilaf, jadi kita semua wajib saling mengingatkan satu sama lainnya, demi Untuk kebaikan bersama
Selanjutnya, Pada tahun 2023, Beliau Menyandang Nama atau Gelar, “PANGLIME KUMBANG KINAL” untuk mengingatkan Kembali, Pada saat ini masyarakat Indonesia, sudah banyak yang hampir lupa akan sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia,dimana sama-sama kita ketahui para pemerintahan menjalankan Tupoksi mereka seakan tidak Sesuai, dengan Ideologi Dasar Negara yaitu Pancasila, apalagi kalau untuk mengenang dan mengangkat harkat martabat leluhur Jauh sebelum kemerdekaan RI.
Dengan Kalimah Bissmilahiromanirahiim, tepatnya, pada tahun 2023 memasuki Abad ke-21 beliau mendapat tugas (Amanah), untuk Mengangkat Harkat, martabat serta Marwah Para Leluhur yang Ada di Kecamatan KINAL Suku “SEMIDANG ” Serta mengulang Kembali Sejarah Jagad “KINAL” Sebagai, Gerbang awal Pembuka “KAUR” Kahuripan Bintuhan, Untuk menuju Kaur Sejahtera.
Sebagai Pemegang Tongkat Komando dan Tampuk Pemerintahan, Yang ada di Kabupaten Kaur, Bumi Se Ase, Se Ijeghan, yang Insyaallah, akan mampu Berlaku Adil, Arif Dan Bijaksana.
Bila nantinya sudah benar- benar sampai Ke masa atau waktu yang telah di tetapkan kan Dalam Sumpah 7 ganti 9 gilir yang sudah masuk di Abad ke-21 saat ini, yang ada akan di Tiadakan, dan yang tiada akan di nyatakan,” Batu Turun Kerikil Naik ”
Selanjutnya, Mengingat Bahasa Kiasan dalam Bahasa Daerah yang di sebut “Sepate” yang di Wariskan. turun temurun Kepada anak cucu atau Keturunan dari Leluhur Atau Kepuyangan ( Puyang ) yang terus di kenang sampai saat ini. Kata- Kata tersebut menjadi Pedoman bagi saya Pribadi. Kata-Kata tersebut sebagai berikut
1. Jangan ndak lemak dide bemule
2. Seghepat seghendi ,sepincang sepejalanan
3. Seghepat luk kulak serincung luk tabung
4. Se ase, se ijeghan, seganti setungguan
5. Utang bayar piutang tanggapi
6. Ndepat Mbalik Serame Beghageh
7. Rezeki elang dide kah dapat li mesang
8. Ndik dighi ndik dighi, Ndik ughang ndik ughang
9. Jangah ghibugh ulu mandian
10. Pacak di ulaki mangke ulaki
11. Takut jangah belaghi, melawan jangah njagal
12. Kecak Ganti Nga Tungguan
13. Janji Nunggu Kate Betaruh
14. Rapatkan Barisan Sembak Uwi Pengarang Rakit
15. Duduk Same Rendah Berdiri Same Tinggi
16. Dide Bepengempang Mateaghei Ndak Tumbuh
17. Habis Gelap Terbitlah Terang
18. Mbujur Lalu Melintang Patah
Gundu Ape Gundu Ku ini Gundu Di Beri Dari khayanganK undu Ape Kundu Ku ini Kundu Tinggi Jegheh Tanggungan. Jum’at 29/09/2023
Pewarta : Franky










