Post By : Redaksi
Berita Regional.com Bengkulu Utara – Proyek Rehab Gedung BAPENDA Kabupaten Bengkulu Utara kembali disorot masyarakat. Setelah sebelumnya disorot karena pekerja tidak memakai Alat Pelindung Diri (K3), kini proyek tersebut kembali disorot karena tidak memakai papan informasi.
Masyarakat menilai proyek milik BAPENDA tersebut semakin menunjukkan kesan asal-asalan dan tidak taat aturan.
“Proyek Bapenda kembali disoroti masyarakat, pada waktu itu proyek Bapenda tidak memakai K3, sekarang tidak memakai papan informasi,” ujar warga kesal.
Menurut warga, dua pelanggaran tersebut sudah cukup menjadi bukti bahwa pelaksana proyek tidak mengikuti juklak juknis kegiatan pemerintah.
“Diduga proyek tersebut ingin meraup keuntungan besar. Helm K3 dan papan informasi saja yang harganya kecil tidak dianggarkan, apalagi material lain yang harganya besar sudah pasti dikurangi. Itu jelas mau menipu masyarakat dan mengakali anggaran,” tegasnya.
Padahal K3 dan papan informasi adalah item wajib yang anggarannya sudah ada di dalam RAB kontrak. Jika tidak dipasang dan tidak dipakai, maka patut diduga anggarannya dikorupsi.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala BAPENDA Bengkulu Utara dan rekanan pelaksana belum berhasil dikonfirmasi.
Masyarakat mendesak Bupati dan Inspektorat untuk memberikan teguran keras dan memeriksa ulang proyek tersebut.
Pewarta : Nadit Hasan










