Penyebab Kebakaran Maut di Senali Belum Terungkap, Keluarga Minta Usut Tuntas

POST BY : REDAKSI

BERITA REGIONAL.COM BENGKULU UTARA – Hampir dua bulan berlalu sejak kebakaran maut menghanguskan sebuah rumah di Desa Senali, Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, namun duka sekaligus tanda tanya bagi keluarga korban masih belum berakhir.

Kebakaran yang terjadi pada 28 Juli 2026 sekitar pukul 02.30 WIB tersebut menewaskan pasangan suami istri, Nadia Ananda Saputri (20) dan Dolawan Diki Andika (26). Nadia saat itu diketahui tengah mengandung dengan usia kehamilan sekitar tujuh bulan.

Saat kejadian, terdapat empat orang di dalam rumah. Selain Nadia dan Dolawan, terdapat ibu Nadia, Meka Hartati (45), serta ayahnya, Inda Sugianto (45), yang juga merupakan mertua Dolawan.

Meka dan Inda berhasil menyelamatkan diri dari kobaran api. Namun, Nadia dan Dolowan tidak berhasil keluar dari rumah dan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Kini, hampir dua bulan setelah kejadian, Meka masih berusaha menjalani hari dengan kehilangan yang begitu besar.

Saat ditemui RBTV, Meka tak kuasa menahan tangis ketika menatap foto anak dan menantunya.

Foto tersebut bahkan ditemukan Meka di antara puing-puing rumah ketika dirinya membersihkan sisa-sisa kebakaran.

Bagi Meka, rumah yang terbakar memang bisa dibersihkan dan puingnya bisa disingkirkan. Namun kehilangan anak, menantu, serta calon cucunya meninggalkan luka yang jauh lebih sulit untuk dipulihkan.

“Saya masih sangat rindu dengan anak saya, menantu saya, dan calon cucu saya. Sampai sekarang rasanya masih tidak percaya mereka sudah tidak ada,” ungkap Meka, Minggu (13/9).

Di tengah duka tersebut, Meka juga menyimpan pertanyaan mengenai penyebab kebakaran yang hingga kini menurutnya belum mendapatkan kejelasan.

Meka mengaku kebakaran tersebut terasa tidak wajar. Ia menyebut tidak mengetahui adanya persoalan kelistrikan maupun kelalaian yang menurutnya dapat menjadi penyebab kebakaran.

Kecurigaan Meka semakin muncul setelah mengetahui polisi mengamankan sebuah jerigen berkapasitas sekitar 35 liter yang masih menyisakan sedikit bensin di dalamnya.

Ada jerigen 35 liter yang diamankan polisi dan masih ada bensinnya. Saya sendiri tidak punya jerigen itu,” katanya.

Meski demikian, dugaan adanya unsur kesengajaan tersebut masih merupakan kecurigaan dari pihak keluarga dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran.

Meka berharap proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian dapat segera memberikan titik terang mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada malam kebakaran.

Selain persoalan jerigen, ada hal lain yang terus membekas dalam ingatan Meka.

Saat kebakaran terjadi, Meka mengaku tidak mendengar teriakan atau suara minta tolong dari Nadia.

Padahal, belakangan ia mengetahui bahwa anaknya masih berada di dalam rumah ketika api membesar.

“Saya tidak mendengar anak saya berteriak minta tolong. Saya juga tidak tahu kalau ternyata anak saya masih terjebak di dalam rumah,” ujar Meka dengan suara bergetar.

Meka juga mengungkapkan bahwa ketika tubuh Nadia ditemukan, terdapat kabel yang terlilit di bagian perutnya dan hanya menyisakan bagian tembaga.

Menurut Meka, sejumlah kondisi tersebut semakin membuat dirinya ingin mengetahui secara pasti apa yang terjadi sebelum dan saat kebakaran berlangsung.

Ia menyerahkan proses pembuktian kepada pihak kepolisian dan berharap seluruh fakta dapat diungkap berdasarkan hasil penyelidikan.

Kehilangan orang yang dicintai bukan satu-satunya dampak yang dirasakan Meka.

Sejak kejadian tersebut, rasa takut juga masih menghantuinya, terutama ketika malam tiba dan dirinya hendak tidur.

Meka khawatir jika kebakaran tersebut nantinya terbukti berkaitan dengan kesengajaan seseorang, kejadian serupa dapat kembali terjadi dan membahayakan dirinya maupun keluarganya.

“Sebenarnya saya ini agak was-was juga sejak kepergian Almarhumah. Ini murni gak kecelakaan, firasat saya ini disengajakan. Setelah kejadian ini saya takut, takut kejadian terulang lagi, saya takut untuk hidup,” tuturya sambil menangis.

Meka mengaku tidak berharap banyak setelah kehilangan tiga anggota keluarganya sekaligus. Baginya, nyawa anak, menantu, dan calon cucunya tidak mungkin dikembalikan.

Namun, ia ingin satu hal, kebenaran mengenai kebakaran tersebut terungkap secara terang.

“Kami mohon sama Polisi, cepat-cepat tangkap pelakunya kalau memang ada,” kata Meka.

Hampir dua bulan berlalu, puing-puing rumah mungkin perlahan dapat dibersihkan. Namun bagi Meka, kenangan tentang anak, menantu, dan calon cucunya masih tinggal di sana.

Kini, keluarga korban menunggu hasil penyelidikan kepolisian untuk menjawab pertanyaan yang sejak malam itu belum juga menemukan ujungnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *