Sidik Polemik SDN 165: Material Seng dan GRC Tersimpan di Kediaman Bendahara Sekolah

Post by : Redaksi

Berita Regional.com Bengkulu Utara – Carut marutnya pengawasan pekerjaan revitalisasi sekolah di wilayah provinsi Bengkulu ramai jadi perbincangan masyarakat. Terbaru Pekerjaan Revitalisasi di kabupaten Bengkulu Utara turut menyita perhatian,(6/9/2026).

Bantuan pemerintah pusat di lingkungan pendidikan kabupaten Bengkulu Utara ini Pekerjaan Revitalisasi diduga kuat minimnya pengawasan dari pihak yang terkait. Aset milik pemerintah hilang hingga mencuat ke publik.

Sebelumnya marak pemberitaan terkait pekerjaan Revitalisasi bantuan pemerintah pusat di SDN 165 kabupaten Bengkulu Utara provinsi Bengkulu.

Bagaimana tidak, pantauan awak media di lokasi sejumlah aset bekas bongkaran gedung sekolah seng dan kayu sebagian besar sudah hilang. Aset milik pemerintah ini diduga sudah di salah gunakan oleh oknum untuk kepentingan pribadi.

Dari Informasi yang dihimpun sejumlah material sisa bongkaran diduga sudah di bawa pulang oleh sejumlah orang. Jika memang benar hal ini jelas sudah melanggar hukum.

Sesuai dengan regulasi aset bergerak maupun yang tidak bergerak milik pemerintah tidak boleh di salagunakan atau diperjual belikan tanpa adanya berita acara melalui proses pelelangan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Saat dikonfirmasi kepada tukang yang bekerja mengatakan, “kami tidak tau pak di mana asetnya, kami ini hanya pekerja, “ujar salah seorang tukang.

Tidak sampai disitu awak media mencoba konfirmasi melalui telepon WhatsApp kepada kepala SDN 165, menerangkan bahwa kalu material tersebut bukan di halaman rumahnya, “itu bukan rumah saya, itu rumahnya bendahara sekolah, “ungkap kepsek.

Disisi lain, awak media menemukan tumpukan material di halaman rumah Bendahara SDN 165 tersebut. Berupa seng bekas dan resplang Baru jenis GRC serta seng warna maron.

Belum diketahui secara pasti dari mana asal usul material yang berada di halaman rumah Bendahara tersebut. Material revitalisasi sekolah atau milik pribadi.?

Hingga berita ini diterbitkan konsultan pengawas belum dapat di konfirmasi terkait dugaan hilangnya aset milik pemerintah tersebut. Media ini senantiasa memberikan ruang hak jawab klarifikasi dari pihak yang terkait untuk menyajikan informasi yang berimbang. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *