Post by : Redaksi
Berita Regional.com Bengkulu Selatan – Dalam upaya terus meningkatkan kondisi aman dan tertib di dalam Rutan, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Manna HASTOMO ARBI, S.E. menggelar rapat ringan bersama anggota jaga dan staf pengamanan, Senin 24 Agustus 2026 di Ruang Komandan Jaga Pemasyarakatan.
Rapat ini menjadi wadah untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas jaga, menyampaikan arahan pimpinan, serta membahas strategi pengamanan ke depan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut RUPAM II yang dikomandani oleh Sholihin, S.E. dan RUPAM III yang dikomandani oleh Heru Utama, S.H. Selain itu, hadir juga staf pengamanan yaitu Rito Cendi Piawan, S.E., Nopan, Sudiman Situmeang, dan Abdul Aziz Nurhakim.
Dalam arahannya, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Manna menekankan pentingnya kekompakan, kedisiplinan, dan kewaspadaan bagi seluruh petugas.
“Pengamanan bukan hanya soal jaga di pintu. Tapi bagaimana kita saling mengingatkan, saling mengawasi, dan menjaga nama baik Rutan Manna. Satu kelalaian kecil bisa berdampak besar,” tegasnya.
Lebih lanjut, rapat juga difokuskan pada peningkatan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Seluruh anggota jaga diminta untuk lebih peka terhadap setiap perubahan situasi dan dinamika di dalam Rutan.
Sebagai langkah preventif, petugas juga diarahkan untuk mempelajari teknik-teknik intelijen dasar guna mendeteksi dini potensi gangguan Kamtib sehingga dapat dicegah sebelum terjadi.
Sholihin, S.E. selaku Komandan RUPAM II menegaskan, “Di lapangan kita harus lebih peka dengan perubahan perilaku WBP. Hal kecil seperti sirkulasi barang atau komunikasi antar kamar bisa jadi indikator awal. Itu yang harus segera kita tindaklanjuti.”
Heru Utama, S.H. selaku Komandan RUPAM III menambahkan, “Penerapan teknik intelijen dasar sangat membantu kami. Dengan observasi dan pemetaan kerawanan, kami bisa menentukan titik patroli prioritas dan meminimalisir potensi gangguan sebelum terjadi.”
Rito Cendi Piawan, S.E. menyampaikan, “Kesiapan sarana pendukung seperti HT, senter, dan buku mutasi harus selalu dicek tiap pergantian jaga. Kelengkapan itu penunjang utama agar respon kita cepat jika ada kejadian.”
Nopan menekankan, “Kebersihan dan kerapian pos jaga juga bagian dari pengamanan. Lingkungan yang tertib akan memudahkan kami memantau dan mengurangi celah masuknya barang terlarang.”
Sudiman Situmeang mengatakan, “Komunikasi antar regu harus satu pintu dan cepat. Informasi sekecil apapun dari regu sebelumnya harus diteruskan, agar tidak ada putus informasi di lapangan.”
Abdul Aziz Nurhakim menutup, “Kami siap meningkatkan patroli keliling, terutama di jam-jam rawan dan area blind spot. Dengan deteksi dini dan respon cepat, target kita bersama adalah zero gangguan Kamtib di Rutan Manna.”
Pada kesempatan terpisah, Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si menyampaikan apresiasinya. “Saya mengapresiasi langkah Kepala Kesatuan Pengamanan yang terus membangun komunikasi dan konsolidasi dengan jajaran. Pengamanan yang kuat berangkat dari disiplin, kewaspadaan, dan kemampuan membaca situasi. Mari kita jaga Rutan Manna tetap aman, tertib, dan kondusif. Itu adalah tanggung jawab kita bersama.”
Dengan semangat “PASTI”, Rutan Kelas IIB Manna terus berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif demi pelayanan pemasyarakatan yang lebih baik.
Pewarta : Nadit Hasan










