Post by : Redaksi
Berita Regional.com BITUNG – Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Bitung, Zulfikri Rivai, menilai pelaksanaan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang digelar Partai NasDem di kawasan pusat Kota Bitung kurang tepat karena berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat.
Menurut Zulfikri, kegiatan yang dipusatkan di depan SD Negeri 1 Bitung tersebut sebaiknya dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif, seperti kawasan Pasar Cita, agar tidak menimbulkan kepadatan kendaraan di jalur utama kota sekaligus dapat membantu menggerakkan perekonomian pedagang dan pelaku UMKM.
Pantauan di lokasi saat pertandingan Argentina versus Aljazair, Selasa (17/6/2026) pagi, menunjukkan terjadinya penumpukan kendaraan dan kerumunan penonton yang menyebabkan akses jalan raya menjadi padat. Kondisi itu juga dikeluhkan sejumlah pedagang Pasar Cita karena dinilai mengganggu akses pengunjung menuju area pasar.
Koordinator pelaku UMKM Pasar Cita, Wiwin, berharap Pemerintah Kota Bitung melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan nobar di pusat kota. Menurutnya, kegiatan tersebut berdampak pada penurunan omzet pedagang yang selama ini telah mengikuti kebijakan pemerintah untuk berjualan di dalam pasar.
Sorotan tersebut sejalan dengan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 4000.2.7/4657/SJ tertanggal 14 Juni 2026 yang mengimbau pemerintah daerah memperhatikan perkembangan UMKM serta menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas dalam pelaksanaan kegiatan nobar Piala Dunia.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Bitung dapat mengevaluasi lokasi kegiatan nobar agar tidak mengganggu aktivitas umum, termasuk kegiatan belajar mengajar dan mobilitas warga di pusat kota. (Ak)










