Post by : Redaksi
Berita Regional.com Bitung – Komitmen memperkuat pelestarian dan pemajuan kebudayaan di Sulawesi Utara dan Gorontalo terus digencarkan. Perkumpulan Karya Penggerak Literasi melakukan kunjungan strategis ke Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XVII Manado guna membangun sinergi program pelestarian cagar budaya, penguatan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), serta pemberdayaan pegiat budaya dan seniman daerah.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala BPK Wilayah XVII, Sri Sugiharta, S.S., M.P.A., yang menyambut baik inisiatif kolaborasi dari komunitas literasi.
“Kami sangat gembira ada perkumpulan literasi yang mau berdialog dan berdiskusi mengenai program kebudayaan. Kami berharap para pegiat kebudayaan dan seniman dapat ambil bagian dalam upaya pelestarian kebudayaan, cagar budaya, situs budaya, serta memberdayakan kesenian dan adat istiadat daerah yang ada,” ujar Sri Sugiharta.
Ia juga mencontohkan pentingnya menjaga warisan budaya daerah yang telah mendapat pengakuan dunia.
“Kolintang sebagai warisan budaya tak benda asal Sulawesi Utara yang telah diakui UNESCO menjadi contoh bahwa budaya daerah memiliki nilai universal. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk terus melestarikan, mengembangkan, dan memperkenalkannya kepada generasi muda,” ungkap Sri Sugiharta.
Ketua Perkumpulan Karya Penggerak Literasi, Reymond Katuuk, M.Pd., yang didampingi Elisabeth Jemima, S.IK., menegaskan kesiapan organisasinya untuk mendukung agenda pemajuan kebudayaan di daerah.
“Kami merasa senang karena mendapatkan banyak masukan yang bermanfaat. Perkumpulan kami yang terdiri dari pegiat literasi, pegiat budaya, dan seniman di beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Utara siap bekerja sama serta turut mendukung program pelestarian kebudayaan,” ujar Reymond.
Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII memiliki peran strategis dalam pelindungan, pemanfaatan, pendataan, dokumentasi, hingga fasilitasi kegiatan budaya di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Sejumlah program unggulan seperti fasilitasi pemajuan kebudayaan, workshop keterampilan tradisional, Festival Multikultur, hingga program magang bersertifikat kebudayaan menjadi ruang kolaborasi bagi komunitas dan pelaku budaya.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun kerja sama berkelanjutan antara komunitas literasi dan pemerintah dalam menjaga identitas budaya daerah sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pelestarian warisan budaya.
Pewarta : AK










