Post By : Redaksi
Berita Regional.com Kaur – Masyarakat Kabupaten Kaur kembali menyuarakan kekhawatiran terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Desa Jembatan Dua Kecamatan Kaur Selatan yang melibatkan Dinas Pendidikan tahun 2017 lalu. Minggu , (4/1/2026).
OTT pada waktu itu melibatkan (A) Kepala Sekolah Dasar dan (J) Konsultan ini masih menyisakan banyak pertanyaan, terutama terkait dengan oknum petinggi di Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur pada waktu itu yang hingga saat ini masih belum tersentuh hukum sama sekali.
Kulman, seorang warga Kabupaten Kaur, meminta agar pihak berwajib mengusut kembali kasus ini dan menindaklanjuti hasil OTT tersebut.
”Kenapa hanya kepala sekolah dan konsultan yang terkena, sedangkan petinggi di Dinas Pendidikan tidak ada yang kena?”, Kata Kulman.
Beliau menilai bahwa kasus ini perlu diusut tuntas untuk memastikan keadilan dan transparansi dalam pengelolaan pendidikan di Kabupaten Kaur.
OTT yang dilakukan oleh Polres Kaur waktu itu telah dilakukan sebanyak tiga kali, dan dua kali di antaranya dianggap memuaskan. Namun, kasus OTT yang melibatkan Dinas Pendidikan tahun 2017 itu masih menyisakan banyak pertanyaan dan kekecewaan di masyarakat hingga saat ini.
”Kami berharap agar pihak berwajib dalam hal ini Polres Kaur dapat menindaklanjuti kasus ini dan memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dapat diadili sesuai dengan hukum yang berlaku”, Ungkap Kulman.
Masyarakat Kabupaten Kaur berharap agar kasus ini dapat diselesaikan secara tuntas dan transparan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan dan penegak hukum dapat kembali pulih.
”Kami ingin melihat keadilan dan transparansi dalam pengelolaan pendidikan di Kabupaten Kaur, dan kami berharap agar pihak berwajib dapat memenuhi harapan kami”, Tutup Kulman.
Pewarta : Lanang TurKi










