Pasar Tradisi Kampung Girian, Ikon Budaya Lokal yang Menggerakkan Ekonomi Rakyat

Post by : Redaksi

Berita Regional.com BITUNG — Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, kebutuhan masyarakat cenderung meningkat. Untuk membantu pemenuhan kebutuhan tersebut sekaligus mendukung UMKM lokal, AKAMSI Girian menggelar Bazar dan Pasar Murah yang dirangkaikan dengan Pasar Tradisi Kampung Girian. Kegiatan ini bertujuan menggerakkan ekonomi warga serta menyediakan akses belanja murah yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Pasar tradisi yang dikenal sebagai pasar senggol ini menjadi ruang ekonomi rakyat yang sengaja didorong bagi masyarakat lokal, khususnya anak-anak kampung Girian.

Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta sinkronisasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan Perumda Pasar sebagai pengelola pasar rakyat.

Pasar tradisi ini memberi ruang bagi para pedagang kecil untuk berjualan di emperan toko dan sepanjang kawasan Kampung Girian, menciptakan suasana ramai, hangat, dan penuh interaksi sosial khas kampung.
Manfaat kegiatan ini dirasakan langsung oleh para pedagang kecil.

“Saya sangat berterima kasih kepada panitia pasar tradisional yang telah mengadakan senggol ini, sebab sudah memberi ruang bagi kami yang tidak punya tempat berjualan,” ujar Erlin Ibrahim, salah satu pedagang.

Dari sisi panitia, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus pelestarian tradisi kampung.

“Pasar tradisi ini kami adakan untuk membantu pedagang kecil, mendukung UMKM, dan menjaga tradisi turun-temurun anak kampung. Harapan kami kegiatan ini berjalan tertib, aman, dan bermanfaat,” kata Wawan Ibrahim, Sekretaris Panitia Pasar Tradisi Kampung Girian, yang akrab disapa Iwan Jenggot.

Dukungan juga datang dari pemerintah melalui Perumda Pasar Kota Bitung.

“Ruang ekonomi seperti ini memang sengaja kita dorong untuk masyarakat lokal anak kampung sini. Tujuannya agar tercipta sinkronisasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan Perumda Pasar sebagai pengelola pasar rakyat Kami berharap sinkronisasi ini menjadikan Perumda Pasar sebagai pusat kolaborasi masyarakat dalam mendorong harmonisasi di berbagai bidang,” ujar Vany Kaunang, Direktur Operasional (Dirops) Perumda Pasar Kota Bitung.

Ia menambahkan bahwa upaya kolaboratif ini sejalan dengan komitmen pemerintahan di bawah nahkoda Wali Kota Bitung Hengky Honandar, yang mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, harmonisasi sosial, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Sementara itu, masyarakat sebagai pembeli pun mengaku sangat terbantu.

“Sebagai warga, kami sangat terbantu. Untuk mencari barang-barang yang akan dipakai di hari Natal ternyata sudah tersedia semuanya di sini, jadi tidak perlu jauh-jauh lagi,” ungkap salah seorang pengunjung.

Dengan dukungan semua pihak, Pasar Tradisi Kampung Girian diharapkan terus berkembang sebagai ikon budaya lokal, pusat ekonomi rakyat, serta contoh nyata kolaborasi harmonis antara pemerintah dan masyarakat di Kota Bitung. Pasar Tradisi Kampung Girian — Dari Akamsi, untuk Semua. (Ak)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *