Post by : Redaksi
Berita Regional.com Bitung, Sulawesi Utara — Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Bitung, Kementerian Kelautan dan Perikanan, bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bitung menggelar sosialisasi dan simulasi tanggap darurat kebakaran, Jumat (12/12/2025) pukul 10.00 WITA. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan serta meningkatkan kompetensi penanganan keadaan darurat di kawasan pelabuhan yang telah ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas).
Kegiatan dibuka oleh Plh. Kepala PPS Bitung, Reny Sirenden, yang menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap potensi kebakaran merupakan tanggung jawab seluruh pegawai dan pemangku kepentingan di lingkungan PPS Bitung.
“Area pelabuhan memiliki tingkat kerawanan tinggi, baik akibat aktivitas kapal, kios pesisir, maupun potensi kelalaian manusia. Karena itu, kemampuan mengenali bahaya, mencegah risiko, serta merespons keadaan darurat menjadi sangat penting,” ujar Reny Sirenden.
Ia menambahkan, seluruh pegawai PPS Bitung wajib memahami penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan peralatan pemadam lainnya agar dapat diterapkan secara tepat, baik dalam simulasi maupun pada kondisi darurat yang sesungguhnya.
Pembekalan Teknis oleh Dinas Damkar Bitung
Materi teknis disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bitung, Nimrot Polontoh, didampingi Kabid Pemadaman Rosita K. Giasi, SE, Kabid Pencegahan Reymon Ayal, S.Sos, dan Kabid Penyelaman Bismar Manurung, bersama para kepala seksi serta tim P3K Damkar Kota Bitung.
Dalam arahannya, Nimrot Polontoh mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan PPS Bitung serta menekankan pentingnya koordinasi sebagai langkah awal dalam penanganan kebakaran.
“Ketika muncul indikasi kebakaran, hal paling utama adalah tidak panik dan segera melakukan koordinasi. Respons awal yang cepat dan tepat sangat menentukan keberhasilan penanganan,” tegasnya.
Ia juga memaparkan prosedur dasar keselamatan, mulai dari identifikasi asap, pengaturan jalur evakuasi, hingga pemahaman konsep segitiga api sebagai elemen fundamental dalam pencegahan kebakaran. Selain penanganan kebakaran, Damkar Kota Bitung juga memiliki tugas penyelamatan non-kebakaran, seperti evakuasi korban kecelakaan, penanganan hewan liar, dan berbagai situasi darurat lainnya.
Simulasi Lapangan
Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi lapangan yang meliputi:
Simulasi evakuasi saat muncul indikasi asap
Latihan penggunaan jalur evakuasi dan penentuan titik kumpul aman
Praktik pemadaman api menggunakan APAR dan metode manual
Demonstrasi penanganan awal oleh tim Damkar
Simulasi ini diikuti oleh pegawai PPS Bitung, pemilik kios pesisir, serta perwakilan pelaku usaha di kawasan pelabuhan. Diharapkan, kegiatan ini mampu meningkatkan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam menghadapi potensi kebakaran, sehingga risiko korban dan kerugian dapat diminimalkan.
Penguatan Sinergi Keamanan Pelabuhan
PPS Bitung menyampaikan apresiasi atas dukungan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bitung serta berharap sinergi lintas sektor ini terus diperkuat bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemilik kapal, pelaku UMKM pesisir, dan masyarakat sekitar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PPS Bitung dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan keberlangsungan aktivitas pelabuhan sebagai Objek Vital Nasional.
Hadir dalam kegiatan:
Plh. KPPS Bitung, Reny Sirenden (Kasubbag Umum)
Sekretaris Damkar Kota Bitung, Nimrot Polontoh
Kabid Pemadaman Rosita K. Giasi, SE
Kabid Pencegahan Reymon Ayal, S.Sos
Kabid Penyelaman Bismar Manurung
Kodrat Twin Riskiyanti (Katimja Pelayanan Usaha)
Erik Lesmana Ishak (Katimja Kesyahbandaran)
Para kepala seksi serta tim P3K dan P3K paruh waktu Damkar Kota Bitung. (Hd)










