Diduga Pondok Pengobatan Alternatif Curangi Suami Pasien

Post by : Redaksi

Berita Regional.com Bengkulu Utara – Pondok Pengobatan Alternatif Kelurahan Brabasan Kecamatan Tanjung Baya, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, dugaan diragukan peruntukannya, salah satunya suami pasien sekaligus pasien berobat di pengobatan alternatif tersebut meragukan, Tempat Pengobatan alternatif tersebut, ia menceritakan kepada awak Media Berita Regional. Com, Melalui Sambungan Whatsapp pada,Selasa, (25/11/2025)

“Saya pertama kali di beritahu sama keluarga bahwa ada pengobatan alternatif yang bagus, kebetulan Mertua saya lagi stroke saya bawa ke tempat pengobatan alternatif tersebut saya bawa ibu dan Bpk mertuwa saya lagi sakit Stroke, dan juga ibu kandung dan istri saya juga ikut.Hari pertama di pondok pengobatan alternatif saya dan istri ingin mencoba diterapi di pondok pengobatan alternatif, tersebut.

“saya dan istri mencoba untuk di terapi berbarengan disatu kamar yang sudah disediakan ditempat pondok pengobatan alternatif tersebut saya minta istri saya di terapi untuk meredakan capek.

Namun disitu saya menaruh curiga dengan pondok pengobatan alternatif tersebut,pertama istri saya diminta dilepas baju dan celana alasan dibuka agar leluasa mengobatinya, karena saya ada didalam kamar dan saya menyaksikan langsung kejadian tersebut dan saya tidak menegur dan marah kepada tukang terapi tersebut demi kesehatan istri saya,” jelas Mst melalui sambungan Whatsapp, selasa,(25/11/2025)

Lanjut Mst suami pasien, “dihari kedua saya merasa sudah enakan badan saya dan istri, ingin melanjutkan pengobatan tersebut namun kami dipisahkan kamar,saya sudah menaruh kecurigaan dan saya sangat tersinggung, kemaren hari pertama kita berbarengan sama istri namun hari kedua kita dipisahkan kamar pengobatan sama istri, disitu saya marah – marah untung ada inisiatif Ibu kandung saya untuk memaksa untuk menemani istri saya dikamar tempat ia berobat.

Yang saya pertanyaan kenapa saya dipisahkan kamar untuk berobat, disitu sudah jelas kalau kita berobat kita pasti diminta dibuka busana,baju dan celana yang saya khawatirkan ketika istri saya sendirian bersama tukang terapi saja didalam kamar jelas saya manusia biasa, banyak dugaan dan pemikiran negatif saya ke istri saya, karena tukang pengobatan nya lawan jenis istri saya Laki-laki,.

Saya yakin bukan saya saja yang berpikiran negatif ketika istri berduaan sama laki-laki lain yang bukan keluarga nya, dengan alasan mengobati istrinya, “ungkap Mst

“Pesan saya kepada masyarakat khusus nya dikampung saya dan di luar daerah kampung saya Berhati-hatilah jikalau ingin berobat lihat dulu tempat lokasinya, penyajian dan apasaja diperintahkan nya, apabila itu masuk di akal tidak Neko-neko dan banyak yang sudah terbukti sembuh kalau menurut saya sah saja untuk berobat,” Pungkas Mst

Saat Berita ini ditayangkan Pemilik Pondok Pengobatan yang dimaksud belum bisa dimintai keterangan yang pasti karena saat ini awak Media Berita Regional.com masih mengupayakan

Minta kepada pemerintah daerah Aparat Penegak Hukum (APH) dan yang terkait agar bisa memantau kegiatan Pondok pengobatan tersebut kalau memang menyalahi agar secepatnya ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku

 

Pewarta : Tiem

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *