Diduga Murid SMPN 47 Kecewa MBG Ditunggu-tunggu Dikembalikan lagi kedapur SPPG

Post by : Redaksi

Berita Regional.com Bengkulu Utara – Program Makan Bergizi Gratis (MBG)yang dirancang untuk menyehatkan diduga anak didik SMPN 47 Bengkulu Utara,mereka harus menahan lapar karena MBG yang mestinya dimakan saat waktu istirahat , namun MBG ditolak oleh kepala Sekolah SMP 47 Bengkulu Utara,Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu,karena terlambat pengantaran beberapa menit, Jumat,(08/11/2025)

Murid-murid kecewa MBG Ditunggu-tunggu namun dikembalikan lagi kedapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),Kemumu Arma Jaya ,beber salah satu murid-murid saat menceritakan kejadian MBG dikembalikan ke dapur SPPG. Mereka mengaku senang mendapat MBG, terlebih jika menunya sesuai selera, mereka berharap hadirnya program MBG memang bisa diandalkan dan datang tepat waktu,namun mereka terlambat biasalah kehadiran MBG menghemat biaya kami sekolah,”ucap murid

Saat ditanya langsung, awak media berita regional.com ke sopir SPPG yang bertugas mengantar MBG di dapur umum dikelurahan ke mumu,” ia mengaku,saat mau menurunkan MBG ia dimarah kepala sekolah karena keterlambatan pengantaran MBG ke sekolah,dan kepala sekolah memerintah kami MBG untuk dikembalikan lagi kedapur sppg karena alasanya terlambat mengantar MBG.

Kami sudah maksimal kebetulan hari jumat waktunya singkat kami antar duluan sekolah yang jauh -jauh setelah itu baru kami antar yang dekat dengan dapur sppg bahkan saking dekat nya seberang jalan,saya rasa keterlambatan hanyalah beberapa menit saja.ungkap sopir, jumat( 07/11/2025)

Wanda,pengelola dapur sppg saat dikonfirmasi langsung didapur sppg oleh awak Media Berita Regional.com Jumat,(07/11/2025),menyayangkan keputusan pihak sekolah. Ia menilai, langkah tersebut mengabaikan hak siswa penerima manfaat program pemerintah itu.

“Makanan itu hak anak-anak. Kami hanya terlambat beberapa menit saja, tapi ditolak. Padahal semua sudah kami siapkan sesuai standar,” ujar wanda

Lanjut Wanda menjelaskan, jadwal pengantaran memang ada kesepakatan, kami sudah maksimal namun disitu ada keterlambatan pengantarannya beberapa menit saja, karena kami mengantarkan utama ke sekolah yang lebih jauh dari dapur sppg

Saya terkejut karena pihak sekolah mengembalikan MBG tersebut ke dapur sppg yang saya kelola,akibatnya, siswa yang seharusnya makan bergizi justru tidak kebagian,” katanya.

Wanda menambahkan, dapur yang ia kelola melayani ribuan siswa setiap hari di sejumlah sekolah. Demi menjaga mutu, proses memasak dimulai sejak pagi dan mengikuti standar gizi serta kebersihan yang ditetapkan pemerintah.

“Kami bekerja sesuai SOP. Yang menyedihkan, anak-anak sampai mengejar mobil pengantar ke dapur karena lapar. Ada puluhan yang akhirnya datang sendiri ke dapur kami untuk makan,” tuturnya

kami juga tidak menginginkan keterlambatan ini terjadi, dan kami juga menjaga keselamatan pengendara dan tim kami saat pengantaran MBG ke sekolah, terkadang dijalan juga ada kendala, dan juga saya tekankan sama sopir yang membawa MBG tersebut jangan sampai berantakan atau tidak utuh lagi setelah dibagikan ke anak sekolah.

“Artinya saya selalu menjaga agar tidak ada kesalahan sedikitpun untuk kegiatan MBG ini dan saya selalu juga menjaga kualitas kepercayaan sekolah dan masyarakat kepada tim kami , pungkas Wanda

Saat dikonfirmasi Awak Media Melalui sambungan Whatsapp,Sabtu,(08/11/2025) kepala sekolah SMPN 47,Bengkulu Utara,Akmal menjelaskan “Pengantaran MBG terlambat datang kesekolah anak – anak sudah pulang namun tetap saya perintahkan anak- anak untuk makan didapur saja dan saya tidak menolak.

“Kenapa terlambat karena hari ini hari jumat pukul 11:05 namun diantara 11:15 anak – anak sudah pulang nanti anak – anak saya perintah mengambil MBG didapur.kata Ervan yang melihat langsung ke dapur anak-anak sudah mengambil didapur Sppg,”jelas kepala sekolah 47 kepada awak media Berita Regional. Com

 

Pewarta : Zul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *