Post by : Redaksi
Berita Regional.com BENGKULU – Selama ini, masyarakat yang berbelanja sayur di pasar-pasar Kota Bengkulu sering mendengar para penjual mengatakan bahwa komoditas mereka berasal dari Curup. Namun, data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu untuk tahun 2024 justru mengungkap fakta mengejutkan. Kabupaten Rejang Lebong yang beribu kota di Curup, bukanlah penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Gelar penyumbang terbesar atau kategori A justru diraih oleh Kabupaten Bengkulu Utara.
Laporan BPS Provinsi Bengkulu tersebut mematahkan persepsi umum yang selama ini beredar di masyarakat. Meskipun sayur-mayur dari Curup sangat mendominasi dan mudah ditemui di pasar, kontribusi terbesar terhadap perekonomian sektor primer Provinsi Bengkulu secara keseluruhan ternyata datang dari Bengkulu Utara.
Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, menyambut baik data ini dengan penuh syukur. “Alhamdulillah daerah kita dinobatkan sebagai penyumbang produksi pertanian, kehutanan dan perikanan terbesar di Provinsi Bengkulu. Data ini diakui oleh BPS Bengkulu,” ujar Bupati Arie dalam pernyataannya, Senin (13/10/2025).
Pencapaian Kategori A ini menegaskan posisi strategis Bengkulu Utara sebagai tulang punggung sektor primer di Bengkulu. Kontribusi signifikan dari ketiga subsektor—pertanian, kehutanan, dan perikanan—menunjukkan keberagaman dan ketahanan ekonomi yang dibangun oleh kabupaten Bengkulu Utara.
“Data BPS ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk lebih mengoptimalkan potensi yang ada, serta meningkatkan daya saing produk-produk unggulan Bengkulu Utara di kancah yang lebih luas,” harap Bupati. (Hd)










