Post by : Redaksi
Berita Regional.com Bengkulu Utara – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara melalui lintas sektor terus berupaya menekan angka stunting. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan tindak lanjut Audit Kasus Stunting (AKS) Semester I Tahun 2025 yang digelar di Desa Senali Kecamatan Arga Makmur, Kamis (4/9/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten II Setdakab Bengkulu Utara, Kepala Bappelitbangda Bengkulu Utara, Kepala DPPKB, Camat Argamakmur, Kepala Desa Senali, BPD, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Senali, Meriyanti menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang telah memberikan perhatian serius terhadap pencegahan stunting di desa senali
“Kami berharap tindak lanjut audit ini dapat membuahkan hasil nyata sehingga Desa Senali benar-benar terbebas dari kasus stunting di masa mendatang,” ucapnya.
Sementara itu, Asisten II Setdakab Bengkulu Utara Heru Susanto, ST menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan sinergi bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Harapan kita ke depan, Desa Senali bisa terbebas dari kasus stunting. Semoga tahun depan tidak ada lagi kasus baru, masyarakat semakin sejahtera, dan program berbasis gotong royong dapat berjalan maksimal,” jelasnya.
Senada dengan itu, Kepala Bappelitbangda Dodi Hardinata, S.Sos, M.Si menuturkan bahwa dari hasil audit semester I tahun 2025 masih terdapat kasus yang membutuhkan perhatian serius. Menurutnya, penanganan stunting tidak cukup hanya dengan intervensi gizi tambahan, melainkan juga harus dilakukan secara komprehensif.
“Kami berharap penanganan stunting bukan sekadar tambahan gizi, tetapi juga mencakup penyediaan air bersih, sanitasi lingkungan, hingga perbaikan rumah layak huni. Semua program ini harus benar-benar dijalankan sesuai aturan, jangan sampai disalahgunakan, dan masyarakat diharapkan dapat saling membantu,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga memberikan bantuan material bedah rumah, yang diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi keluarga penerima serta menjadi percontohan bagi masyarakat lainnya.
Melalui tindak lanjut AKS ini, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara optimistis target penurunan angka stunting dapat tercapai sesuai visi daerah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan bebas stunting.
Kepala desa senali,Meriyenti,mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah kabupaten bengkulu utara, malalui dinas dppkb kabupaten bengkulu utara. Atas bantuan bedah rumah melalui program kegiatan tindak lanjut audit kasus stanting smester 1 tahun 2025,”ucapkades senali
Selanjut kepala desa senali, Meriyenti, Menitip pesan melalui asisten 2 kabupaten bengkulu utara kepada bapak bupati,”Dengan sembah dan sujut saya memohon agar dapat meningkat kapasitas jembatan air suban di desa senali.
Demi kesejetraan perekonomian masyarakat, Yang mana jembatan tersebut di bangun tahun 1998 melalui program PPPDT. Karena jembatan tersebut adalah Satu-satunya akses hasil ekomi masyrakat desa senali.
Mulai dari tahun 2007 sampai tahun 2024 setiap tahun nya di usulkan kepada pemerintah kabupaten melalui musrebangcam dan musrembangkab. Namun sampai saat ini belum juga bisa di kabul kan.
Dengan harapan yang sangat besar masyrakat desa senali. Agar kira nya pemerintah kabupaten bengkulu utara dapat merealisasikan peningkatan jembatan tersebut yang mana agar bisa di lewati mobil paling tidak Kapasitas bermuatan maksimal 6 ton, karena jembatan tersebut satu-satunya akses jalan msyarakat membawa hasil tani terdekat ke permukiman warga senali,”pungkas kades Senali.
Pewata : Nadit










