Baktiar, Ketua Ormas Famal : Tekankan Pentingnya Badan Musyawarah Adat (BMA) di Tengah Masyarakat Lebong

Post by : Redaksi

Berita Regional.com Lebong – Baktiar menegaskan bahwa Badan Musyawarah Adat (BMA) memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga kearifan lokal dan memfasilitasi komunikasi antar masyarakat adat di Kabupaten Lebong. Namun, ia juga menyampaikan keprihatinan atas kondisi BMA Lebong yang saat ini dinilai tidak berjalan sesuai harapan.

Menurut Baktiar, secara resmi Ketua BMA Lebong adalah Bapak Badruzaman, namun fungsi kelembagaan tersebut telah diambil alih oleh Ariyanto. Padahal, Ariyanto telah kalah dua kali dalam sidang PTUN terkait kepengurusan BMA. Meskipun demikian, Ariyanto Jalal masih menjalankan fungsinya sebagai Ketua BMA.

“BMA ini harus segera diselesaikan dengan cara yang tepat, agar fungsi dan perannya bisa kembali berjalan dengan baik. Kalau kita berpegang pada keputusan hukum, Pak Ariyanto tidak ada kaitannya lagi dengan BMA,” ujar Baktiar.

Baktiar mengusulkan agar BMA Lebong segera menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk merespon dinamika kepengurusan yang terjadi saat ini. Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah, baik Bupati maupun Wakil Bupati Lebong, untuk memberikan jalan tengah yang memungkinkan BMA tetap berdiri dan berfungsi di Kabupaten Lebong.

“Penting bagi Bupati dan Wakil Bupati Lebong untuk memberikan solusi agar BMA tetap ada dan dapat menjalankan fungsinya dengan baik di tengah masyarakat. Ini demi menjaga keberlanjutan tradisi dan budaya adat yang telah lama ada di Lebong,” tambah Baktiar.

Dengan adanya penyelesaian yang adil dan tepat, Baktiar berharap BMA Lebong dapat kembali berkontribusi dalam pembangunan sosial budaya masyarakat adat dan memperkuat hubungan antar berbagai elemen di Kabupaten Lebong.
Tutup baktiar(Ketua perkupulan front aliansi masyarakat Lebong. (P.famal)

Pewarta: (RM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *