Post by : Redaksi
Berita Regional.com Bengkulu Utara – Dalam hal ini Warga di Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, mengeluhkan aroma tidak sedap yang diduga berasal dari limbah PT Berkat Bumi Sawit (BBS).
Keluhan ini telah berlangsung sejak sebulan terakhir, dengan dampak paling terasa di desa-desa penyangga seperti Marga Jaya, Sido Mukti, Tanah Tinggi, dan Padang Jaya.
Suwardi, warga Dusun 1 RT 11 Desa Marga Jaya, mengungkapkan kekecewaannya.
“Jujur pak, dari bulan lalu kami sudah muak. Dijanjikan katanya aktivitas pabrik tidak mengganggu warga desa, tapi nyatanya nihil,” keluhnya.
Meski keluhan telah disampaikan ke pemerintah desa, belum ada perubahan berarti.
“Kemarin aparat Desa Marga Jaya sudah melayangkan surat ke perusahaan, katanya sudah sampai kecamatan. Kami harus nunggu beberapa hari, tapi sampai sekarang belum ada kemajuan,” tambahnya.
Selain bau menyengat, warga juga mengeluhkan peningkatan populasi lalat dan penurunan kualitas udara.
Keluhan ini tak hanya disampaikan secara lisan, tetapi juga viral di media sosial melalui unggahan akun-akun pribadi warga.
Camat Padang Jaya, Soini, mengakui telah menerima tiga aduan warga.
“Kami turun ke lapangan. Ada tiga aduan warga, namun yang benar-benar terasa saat berada di seputaran lokasi adalah bau yang tak sedap,” ujarnya.
Ia menegaskan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti keluhan tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkulu Utara, Maman Suherman, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi dari masyarakat atau perusahaan.
“Laporan belum kami terima, hanya informasi terakhir dari Camat setempat akan disosialisasikan keinginan dari pemerintah desa bersama pihak perusahaan,” jelasnya.
Sampai berita ini diturunkan, Humas PT Berkat Bumi Sawit, belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga.
Meski upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp sudah dilakukan dan dibaca, namun belum mendapat respons.
Pewarta : Nadit










