Post By : Redaksi
Berita Regional.com Bengkulu Utara – Lagi-lagi, bandit specialist Pencurian Hewan Ternak (Curnak) beraksi pada hari kamis,(05/09/2024) dini hari. Pelaku Curnak menggasak sapi milik korban Rian, menantu Pulung warga Desa Senali Kecamatan Kota Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, minggu, (08/09/2024)
Pencurian tersebut terbilang sadis karena pelaku hanya mengambil dagingnya saja, sedangkan kepala, tulang rusuk, kulit dan kakinya ditinggalkan di lokasi kejadian.
Pelaku menggasak hewan ternak pada malam hari. Hasil curian ini diperkirakan dijual dipasaran. Namun, peternak hampir tidak lagi dapat mengenali hewannya karena sudah mulai membusuki dan dikuliti.
Pulung bapak Mertua korban Curnak, Rian, menjelaskan kepada Media Berita Regional.Com, “bahwa sapi nya berhari- hari selalu di ikat di kebun miliknya Sap king, namun pada hari kamis, menantu ,Rian ,mau melihat sapi tersebut, tiba-tiba sapi betina umur 3 th tersebut tidak ada lagi ditempat biasa mengikat.menantu langsung pulang memberitau saya selaku orang tuanya,kami langsung mencari keberadaan sapi tersebut namun belum ditemukan.

Setelah berapa hari mencari, kami menemukan sapi tersebut pada hari minggu sekira jam 09 pagi sudah dipotong dan mulai membusuk, ditemukan kurang lebih 200 meter dari tempat biasa kami ikat, “jelas pulung kepada Media Berita Regional.com.
Kepala Desa Senali, Meriyenti saat di konferensi Berita Regional.com Membenarkan ada sapi warga nya yang mati yang Sudah mulai membusuk diduga di bunuh oleh oknum pencuri beberapa waktu yang lalu.
“sekiranya pukul 20 : 45 Wib tadi malam saya ditelpon sekdes saya, bahwa saudara Rian melaporkan bahwa sapinya ditemukan sudah dipotong kondisi sudah membusuk, menurut keterangan pelapor sapi itu hilang pada hari kamis, (05/09/2024) namun setelah dicari -cari ditemukan di perkebunan warga milik Amri sudah membusuk,” Jelas kades.
Masih kata kades Senali, laporan warga sudah kita terima ,nanti hari senin kita turunkan ke bhabinkamtibmas namun kita tetap berkoordinasi kepada pihak berwajib,” katanya.
Kepala Desa senali,Meriyenti ,”berharap para pelaku dapat ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Bukan hanya merugikan namun juga meresahkan masyarakat karena ini bukan kali ini saja namun sudah 3 ekor sapi yang pernah hilang sebelumnya,” tutup kades.
Akibat pencurian tersebut, korban mengalami kerugian jutaan rupiah. Bahkan, peternak bukan hanya merugi namun juga mengalami trauma atas pencurian tersebut.
Pewarta : Nadit










