Post : Redaksi
Berita Regional.com Bengkulu Utara – Warga khususnya panitia peringatan HUT RI ke 79 di Desa Senali Kecamatan Kota Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu kesal dan sedih. Perjuangan mereka membangun gapura merah putih di pintu masuk kampung dirasa sia-sia, setelah bangunan dari bambu tersebut dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung-jawab, pada Rabu, (07/8/2024).
Gapura bambu bernuansa merah putih dengan ornamen kemerdekaan RI ke 79 tersebut menjadi kebanggaan warga setempat. Selain memeriahkan hari 17 Agustus 2024.
Belum selesai masalah gapura rusak kini kembali pecahnya kaca balai desa sekaligus sekretariat PPS desa Senali oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Dugaan sementara, orang tidak dikenal tersebut merusak kaca balai desa pada dini hari. Malam Jum’at, (8/8).

Kepala desa Senali Meriyenti mengatakan, “miris nya kejadian di desa Senali dalam hal menyambut HUT RI Ke – 79 telah di sambut dengan pemasangan umbul-umbul dan pembuatan gapura dengan warna merah putih,”katanya
Belum selesai masalah gapura rusak kini kembali mendapatkan laporan pecahnya kaca balai desa sekaligus sekretariat PPS desa Senali oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Dugaan sementara, orang tidak dikenal tersebut merusak kaca balai desa pada dini hari. Malam Jum’at, (8/8/2024)

” Belum berapa hari saya dapat laporan gapura diduga dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. kemudian Hari Ini, saya dapat lagi laporan dari sekdes saya, Diduga terjadi pelemparan balai desa dengan botol minuman yang mengakibatkankan kaca bagian depan balai desa pecah. Sementara balai desa tersebut di pakai untu sekretariat PPS. Dalam rangka menyukseskan pilkada. Dengan hal tersebut saya tegaskan anggota linmas untuk aktip ronda dan saya ju berharap pelaku nya cepat di ketahui,” tegas kades.
Kami dari fakultas ilmu teknik sipil dan fisipol mewakil rekan-rekan dari universitas Bengkulu (UNIB) yang Melaksanakan Kuliah Kerja nyata ( KKN) Di Desa Senali, sangat menyayangkan dan merasa kecewa dengan adanya kejadian Perusakan gapura oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Gapura tersebut kami buat bersama dengan anak karang taruna dengan tujuan memeriahkan perayaan 17 Agustus Ke -79 dan digunakan sebagai batas desa, kemudian pula terkait terjadi pemecahan kaca balai desa sangat di sayangkan juga karna sebagai sarana yang sering di gunakan oleh KKN dan karang taruna juga,” pungkasnya.
Ia juga mengatakan sangat tidak menyangka kejadian ini bisa terjadi semoga kedepannya tidak terulang kembali Kejadian seperti ini,” tandasnya.
Mari kita jaga bersama fasilitas umum yang sudah disediakan oleh Pemerintah, jangan sampai aset tersebut kita rusak dan kita kotori. Tetap jaga keindahan dan kebersihan lingkungan, agar desa semakin indah dan tertata, ” tutupnya.
Pewarta : Team










