PKK Desa Senali Ikuti Musyawarah Pembentukan Kelompok Ketahanan Pangan BIOFLOC T.A 2024

Post by : Redaksi

Berita Regional.com Bengkulu Utara – Pemerintahan desa (Pemdes) Senali, Kecamatan Kota Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu dalam hal ini gelar Musyawarah Pembentukan Kelompok Ketahanan Pangan BIOFLOC T.A 2024 Desa Senali. Selasa, (06/08/2024).

Acara ini di hadiri Kepala Desa Senali, Perangkat Desa, Camat Kota Argamakmur di wakili Kasi Pemerintahan Bpk. Sawab S.Ip, Andika Penyuluh Perikanan, BPD Senali, PKK desa Senali, KKN serta Kelompok karya bersama.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya meningkatkan peran dalam menopang ketahanan pangan nasional. Produk pangan berbasis ikan saat ini menjadi andalan utama, seiring mulai terjadi pergeseran pola konsumsi masyarakat dari protein berbasis daging merah menuju protein daging putih (ikan).

Kepala desa Senali dalam sambutannya menyampaikan, dalam rangka merealisasikan bantuan ketahanan pangan untuk masyarakat Desa Senali, diadakan rapat untuk membentuk kelompok budidaya ikan (pokdakan) biofloc. Dengan harapan Budidaya Ikan ini akan menghasilkan panen yang melimpah terus-menerus.

Disamping itu Kasi Pemerintahan Kecamatan Kota Arga Makmur Sawab S.Ip mengatakan sebagai kasi pemerintahan yang mempunyai perumusan kebijakan teknis, pengoordinasian, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pengelolaan, fasilitasi, evaluasi, dan pelaporan kegiatan di bidang pemerintahan umum, pemerintahan desa/kelurahan,pertanahan,pendapatan daerah, administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.

“Kami akan melaksanakan pembinaan dan evaluasi terhadap pemerintah desa dalam penyusunan Rancangan APBDesa, Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Desa, dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Desa,” pungkasnya.

Kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan perikanan oleh Andika menjelaskan Teknologi bioflok menjadi sangat popular saat ini karena mampu mengenjot produktivitas lele yang tinggi, penggunaan lahan yang tidak terlalu luas dan hemat air.

Inovasi teknologi sistem bioflok pada kegiatan budidaya dilakukan melalui rekayasa lingkungan dengan mengandalkan suplai oksigen dan pemanfaatan mikroorganisme. Inovasi yang dikembangkan ini dapat menggenjot produktivitas budidaya hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan budidaya sistem konvensional.

“Bioflok ini menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, apalagi saat ini produk Lele sangat memasyarakat sebagai sumber gizi yang digemari,” terang Andika.

Rapat diadakan di balai desa Senali, Rapat dimulai pukul 09.00 Wib sampai dengan selesai.

Pewarta : Elda / adv

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *