Post By : Redaksi
Berita Regional.com Bengkulu Tengah – Kepala Sekolah Menengah Atas ,(SMAN 7) Bengkulu Tengah di duga lakukan Pungutan Liar (pungli) kepada wali murid dengan modus Sumbangan membantu biaya operasional sekolah. Dugaan Pungutan Liar yang dilakukan kepala sekolah tersebut adalah dengan meminta uang sebesar Rp.100.000 (Seratus Ribu Rupiah), yang di ungkapkan oleh wali murid SMAN 7 pada Hari kamis (25/04/2024).
Mengacu kepada Permendikbud No 75 Tahun 2017 Tentang Komite Sekolah dan Kebijakan Saber Pungli, dijelaskan dalam Permendikbud No 75 Tahun 2016 pasal 12 dengan tegas melarang komite sekolah : A. menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam, atau bahan pakaian seragam di Sekolah; B. melakukan pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya; C. mencederai integritas evaluasi hasil belajar peserta didik.

Kepal sekolah SMAN 7 Benteng Junaidi, menjelaskan kepada awak media Berita Regional.com ,” kegunaan uang itu untuk membantu biaya operasional sekolah,mengingat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)tidak mencukupi kecil, karena murid kita 100 sekian,”jelas kepala sekolah.
Menurut keterangan wali murid (H).”sampai saat ini pihak sekolah belum ada itikad untuk mengembalikan uang kepada saya selaku wali murid atau kepada anak saya selaku murid .”trang Wali murid kepada awak media Berita Regional.com.
Lanjut Wali murid yang enggan disebut nama nya,”kami diwajibkan membayar uang 100 tersebut,itu sudah jelas sumbangan namun disitu ditetapkan, menurut saya sumbangkan itu tidak ditentukan,kami sebenarnya keberatan karena kebutuhan rumah tangga saja kami banyak kurangnya. ini malah ditambah beban harus bayar perbulan 100 ribu ke sekolah, seperti kami ini kurang mampu tidak sanggup bayar, namun apalah daya nanti ada masalah buat anak kami nantinya disekolah kalau tidak bayar.
Saya berharap kepada pemerintah atau dinas terkait agar dapat menindak lanjuti masalah tersebut.masalah disekolah kami di SMAN 7 Benteng ini secepatnya ,”tutup wali murid.
Saat awak media Berita Regional.com mengkonfirmasi masalah tersebut kepala Dinas pendidikan melalui WhatsApp, beliau mengatakan,”komunikasikan elok-elok untuk apo Dio mungut duit dari siswa tu, untuk pribadi Dio atau untuk apo,kelak aku telpon jugo Dio,Kalau Murid cuman 100 berapola nian duit di dapat tu kalau masih kurang untuk nambah biaya operasional sekolah tu,”jelas kadis diknas membalas chat awak media Berita Regional,com dengan Bahasa Daerah Bengkulu.
Pewarta : Edi Supriyanto










