Post By : Redaksi
Berita Regional.com Kaur – Hari ini TPID Kabupaten Kaur kembali ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang memang rutin diadakan setiap minggu oleh Kemendagri melalui Platform Zoom. Rakor kali ini di hadiri oleh Kepala BPS Kaur Rudi Setiawan, S.ST, Dinas Pertanian Rahmad Fajar, Kabid BPKAD Poerwanto, Kadis Sosial Ramadhanizar, SE., MM, yang Rabu (13/03/2024).
Kegiatan ini bertempat di Aula Lantai III Setda Kabupaten Kaur, dan rapat dibuka langsung oleh Irjen Kemendagri Tomsi Tohir yang dengan pemaparan data kondisi inflasi di seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia, dikatakan bahwa daerah dengan inflasi tertinggi dengan nilai 6,06 yakni Minahasa Selatan.
Amalia Adininggar Widyasanti selaku Plt. Kepala BPS menyampaikan, “Tinjauan inflasi yang pada bulan Februari 2024, yakni tercatat bahwa makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1% hingga menyumbang andil inflasi sebesar 0,29% yang mana merupakan andil terbesar dibandingkan kelompok lainnya.
Lebih lanjut Amalia, “Kemudian untuk komoditas utama penyumbang inflasi terbesar pada Februari 2024 lalu yakni diantaranya beras, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan minyak goreng”, Papar Amalia
Tidak hanya itu, Amalia juga memaparkan tentang perkembangan inflasi beras di bulan Februari lalu yakni 5,32%. Komoditas beras ini kembali mengalami inflasi baik secara m-to-m maupun y-on-y. Inflasi beras menurut wilayah pada Februari 2024 lalu ada 140 Kabupaten/Kota yang mengalami inflasi, 6 Kabupaten/Kota mengalami deflasi, kemudian 4 Kabupaten/Kota stabil. Adapun 3 Kabupaten/Kota dengan inflasi beras tertinggi yakni Kota Serang dengan nilai 22,7, Merauke dengan nilai 15,82, dan Kabupaten Pandeglang dengan nilai 14,17.
Setelah menyimak pemaparan data dari BPS, Epi Sulandari selaku Kadiv POPP menanggapi perihal inflasi beras tersebut, “Upaya yang dilakukan dari Perum Bulog ialah menjaga jumlah stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara berkecukupan dan tersebar sesuai kebutuhan daerah di seluruh Indonesia”, Tanggap Epi Sulandari.
Lanjutnya, “Kemudian, penyebaran stok beras ini telah kita sebarkan ke seluruh gudang-gudang di Indonesia sesuai dengan kebutuhan, baik untuk bantuan pangan yang ditugaskan kepada Perum Bulog serta untuk kebutuhan darurat maupun menjaga stabilitas harga”, Jelasnya.
Pewarta : Elep










