Post By : Redaksi
Berita Regional.com Bengkulu Utara – Seperti yang kita ketahui SD N 008 Bengkulu Utara satu atap dengan SMP N 05 Bengkulu Utara desa Senali, Kecamatan Kota Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara. Dalam hal ini diduga anak SMP N 005 Bengkulu Utara melakukan Perundungan atau Pembullyan terhadap anak SD N 008 korban yang masih ber umur 8 tahun, di SMP N 05 Bengkulu Utara. Rabu, (19/10/2023).
Perundungan di sekolah adalah jenis perundungan yang terjadi sehubungan dengan pendidikan yang berulang paling terjadi dan sering kali selama periode waktu yang panjang. Perundungan dapat dilakukan secara fisik, verbal dan emosional.
Menurut keterangan korban sebut saja D (8 thun), saat jam istirahat tiba korban ingin pergi ke kantin melewati belakang kelas SMP tersebut, sebelum melakukan aksinya 2 orang pelaku yang di duga D dan J (14 thun) sempat berbisik-bisik untuk melakukan aksi jahatnya. Tak lama kemudian pelaku 1 memegang tangan korban dari belakang kemudian pelaku 2 menendang perut korban, lalu ke 2 pelaku mengambil uang jajan korban dan mendorong korban hingga terjatuh dan pelaku langsung melarikan diri.
Korban pun pulang dengan menangis tersedu-sedu, dan tidak ingin mengakui siapa pelakunya dan sempat trauma. Orang tua korban pun datang ke Sekolah melaporkan kejadian tersebut. Dalam hal ini guru SD dan SMP pun menanyakan satu – persatu kepada murid SMP tersebut namun tidak ada yang ingin mengaku. Akhirnya dewan guru mengumpulkan murid-murid agar mengakui hal tersebut namun hasil tetap nihil.
Kemudian dewan guru bergantian datang kerumah korban dengan melihat langsung korban yang tidak lagi berani melihat siapa – siapa. Guru -guru membujuk korban agar ingin pergi ke sekolah untuk menunjuk siapa pelakunya namun korban tidak berani mengakui siapa pelakunya, hingga akhirnya salah satu guru memperlihatkan satu – satu foto dan video wajah murid yang ada di SMP N 005 tersebut alhasil korban jujur dan menunjukkan siapa pelakunya, dan pada akhirnya korban menjelaskan kronologis yang terjadi.
Terkait kejadian ini Nyoman Sutrima selaku, Kepala Sekolah SD N 008 Bengkulu Utara menyampaikan, ” kami selaku anak kami yang menjadi korban perlakuan kekerasan dan pemerasan oleh anak SMP kami sangat terpukul sekali karna masih kelas 2 (dua) SD dengan kejadian ini kami akan mengkoordinasikan dengan pihak SMP N 005 untuk menindaklanjuti terkait kejadian ini”, terang kepsek SD N 008 BU.
Di lain tempat Neli Sukmasari Kepala Sekolah SMP N 005 Saat di konfirmasi menerangkan, ” Terkait kejadian ini masih kita proses kita belum tau pasti siapa pelakunya karna masih keterangan dari sebelah pihak yang korban juga tidak bisa hadir langsung disini, jadi masih dalam tahap proses untuk menindaklanjuti kejadian ini,” jelas kepsek SMPN 05 BU.
Kusno selaku selaku Kabid SMP Sa’at awak media Berita Regional.com menghubungi melalui telepon seluler,” silakan konferensi disekolah dulu ke sekolah pak apa masalahnya harus di telusurin gitu nah, kita engak bisa main seperti itu pak,” jelas kusno.
Saya selaku orang tua korban minta kepada Pemerintah Kabupaten, Provinsi, dan Dinas terkait di Pendidikan agar kiranya dapat memberi sanksi efek jera kepada kesetiap sekolah yang mempunyai hal yang sama agar tidak kembali terjadi dan seharusnya sekolah itu mempunyai pengawasan ketat terhadap murid.
Pewarta: Elda (Pimpinan Redaksi)










