Diduga Pembangunan Jalan Rabat Pemdes Pungguk Pedaro Beton Asal Jadi Tidak Sesuai Spek Teknis

Post By : Redaksi

Berita Regional.com Lebong – Dalam hal ini Pemerintah pusat menggucurkan Dana Desa (DD)diperuntukkan untuk pembangunan dan dinikmati oleh masyarakat, Namun sangat disayangkan peggelolaan badan jalan usaha tani Desa Pungguk Pedaro Kecamatan Bingin Kuning tidak sesuai juklak juknisnya.

Dengan adanya Anggaran Dana Desa (DD) yang skala prioritas di gunakan untuk pembangunan sarana prasarana Infrastruktur di bidang Perekonomian, pertanian dan sarana di bidang Trasnportasi dan semua kegiatan tersebut harus memakai sistem swakelola murni.

Sementara itu terjadi Di Desa Pungguk Pedaro Kecamatan Bingin Kuning Kabupaten Lebong, dalam sebuah pekerjaan rabat beton yang di anggarkan dari dana desa sebesar Rp 333.530.000 tahap ke 2 dan panjang volume pekerjaan 500 meter dan lebar 1.50 terletak di dusun 1.

Disayangkan sekali, diduga bahan matrial yang digunakan tidak sesuai tekhnis atau spesifikasi, pasalnya Matrial yang digunakan untuk pekerjaan rabat beton tersebut memakai sirtu (pasir koral) informasi yang didapatkan dilapangan matrial air karat dari salah satu pekerja, yang disampaikan kesalah satu awak media online.

Hasil pantauan di lapangan pada saat media Perspektiftoday, media penarakyat, media jejak daerah, media Berita Regional.com dan Ormas mendatangi lokasi proyek pada hari sabtu (02/09/2023) yang kedua kalinya dan melihat secara nyata bahwa penggunaan bahan matrial yang digunakan untuk rabat beton itu jelas dan tidak sesuai spesifikasi yang ada, apa lagi adukannya tidak mengunakan Molen dan juga tidak menggunakan Bak Adukan.

Pasalnya Matrial yang digunakan untuk pekerjaan rabat beton tersebut tidak memakai Pasir dan Batu Split, biasanya di dalam RAB dianggarakan, Pasir, Batu Split, dilapangan pekerja yang mengatakan nya,

Pemerintah pusat menggucurkan Dana Desa (DD)diperuntukkan untuk pembangunan dan dinikmati oleh masyarakat, Namun peggelolaan badan jalan usaha tani Desa Pungguk Pedaro Kecamatan Bingin Kuning ada dugaan merugikan negara.

Dilapangan pekerjaan rabat beton juga ngaduk diatas lokasi pekerjaan rabat beton dan pekerjaan asal jadi, tebal rabat beton yang ada dilapangan bervariasi, kebanyakan ketebalan ditengah pekerjaan rabat beton diduga ada yang 0.10, 0.08 dan 0.05, untuk ketebalan dipinggir kiri/kanan rabat beton tebal 0.20.

Dengan hal tersebut kami masyarakat sangat mengharapkan pihak dari Inspektorat untuk turun mengaudit dan Aparat Penegak Hukum ( APH ) juga turun untuk menindaklanjuti .

Pewarta : RM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *