Post By : Redaksi
Berita Regional.com Bengkulu Selatan – Tentu kita masih sama-sama ingat, Tragedi dugaan perkelahian maut yang terjadi di Hamparan Sawah Ulu Kurawan Desa Sebilo Kecamatan Pino pada Senin (14/08/2023) siang. Dalam peristiwa mengerikan itu dua bersaudara yakni, Dudi Sunsari (40) dan Jono (41) yang diketahui warga Desa Padang Mumpo Kecamatan Pino tewas di tempat.
Kedua warga tersebut tewas di tempat usai terlibat perkelahian dengan Kani Hartono (44) dan anaknya Een Fernando (26) warga Desa Batu Kuning Kecamatan Ulu Manna, dan pada akhirnya Kani (44) juga meregang nyawa sementara anaknya Een (26) berhasil selamat walaupun sebelumnya sempat mengalami kritis. Perkelahian tersebut diduga dipicu oleh sengketa lahan sawah yang sudah berlarut sejak lama.
Pengungkapan perkara terhadap kasus bersimbah darah ini sudah mulai berjalan, Minggu (20/08/2023). Bahkan, saat ini Polres BS telah mulai memeriksa saksi-saksi duel maut dua bersaudara versus (Vs) dua beranak tersebut.
Adapun beberapa saksi yang dipanggil diantaranya Kades Sebilo Kecamatan Pino selaku kepala pemerintahan yang menjadi TKP peristiwa mengerikan itu.
Keterangan dari pihak Pemerintahan Desa yang selaku pemangku kebijakan di Desa setempat sangatlah penting untuk dijadikan bahan agar bisa mengetahui awal mula perselisihan antara kedua belah pihak.
“Memang benar, Pihak Pemerintah Desa selaku pemegang wilayah lokasi kejadian sudah kami lakukan pemanggilan, sebab keterangan dari puhak Pemeruntahan Desa itu penting, sebagai dasar untuk menelusuri awal mula konflik kedua belah pihak yang berkelahi tadinya”, Sampai Kapolres BS AKBP Florentus Situngkir, S.IK.
Kapolres menambahkan, “Saksi kuncinya adalah Een, untuk sementara waktu yang tahu persis kronologis perkelahian itu adalah beliau, tapi korban belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya belum memungkinkan, beliau masih dirawat di rumah sakit, mudah-mudahan kondisinya bisa cepat membaik”, Tambah Kapolres.
Lanjut Kapolres, selama dirawat di RSHD Manna, korban Een terus dikawal Polisi, Pengawalan ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi lagi. Polisi bersama dokter RSUD HD Manna terus menunggu dan memantau perkembangan kesehatan Een. Sejak beberapa hari dirawat, kondisi kesehatannya sudah guyur membaik.
Hingga saat ini, Polisi belum dapat menyimpulkan proses hukum dari akar permasalahan yang menyebabkan pertumpahan darah yamg merenggut tuga nyawa sekaligus ini, dan Polisi masih akan mengumpulkan keterangan lengkap dari saksi-saksi untuk melakukan proses hukum lebih lanjut.
Pewarta : Elep










