Post By : Redaksi
Berita Regional.com Bengkulu Utara – Pemdes Talang Renah, melaksanakan musyawarah Rencana Pembangunan Desa Dan Rembuk stunting. Bertempat di Balai Desa Talang Renah, Kecamatan kota Air Besi, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Sabtu, (24/06/2023).
Dalam acara Rembuk Stunting dan Perencanaan Desa Sehat di Desa Talang Renah tahun 2023. Dihadiri oleh Kepala Desa Talang Renah, Sarman,beserta Perangkat, Perwakilan Puskesmas Air Besi , BPD, Kader Lansia, KPM, Tokoh masyarakat BPD, Karang Taruna, Posyandu, Pos pindu, Guri Paud, Linmas dan undangan lainnya.
Kades talang renah, Sarman mengarahkan kepada masyarakat yang hadir agar mengajukan dan memasukkan semua usulan yang menjadi prioritas.
“Semua usulan Kita tampung dan kita sampaikan musrembang Kecamatan semoga ada beberapa usulan yang menjadi prioritas ditingkat kabupaten nantinya,” arahan kades.
Dan masih kata kades, Rembuk stunting ini merupakan salah satu rangkaian pramusyawarah desa. Untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2024. Juga menjadi amanat Pemerintah Pusat dan Kabupaten terhadap pemerintah desa. Agar memprioritaskan penggunaan dana desa tahun 2024. Untuk pencegahan dan penanganan stunting. Peserta dari rembuk stunting desa yaitu Kader Pembangunan Manusia (KPM).
Rembuk stunting ini sifatnya wajib dilaksanakan di setiap desa karna diinstruksikan langsung dari pemerintah pusat berdasarkan regulasi. Permasalahan stunting menjadi prioritas pemerintah dikarenakan masalah ini memengaruhi kualitas SDM yakni terhambatnya tumbuh kembang anak. Oleh sebab itu, program ini harus dilaksanakan secara konvergen atau terpusat, terpadu, terkoordinasi oleh berbagai lintas sektor,mengingat urgensi persoalan stunting ini, maka diwajibkan Bagi Desa menuangkan dalam RKP Desa dan APBDes untuk memastikan adanya program penanganan dan pencegahan stunting.
Langkah ini diambil dengan harapan dapat membangun kapasitas dan komitmen pemerintah desa dalam merencanakan, mengimplementasikan, memantau, dan mengevaluasi intervensi yang terpusat guna mengurangi angka gagal tumbuh anak. Hal ini menjadi penting sebab pencegahan dan penanganan stunting menjadi salah satu komitmen pencapaian pemerintah dalam Tujuan Pembangunan, Tutupnya.
Pewarta : Nadit/ADV










