Post By : Redaksi
Berita Regional.com Bengkulu Utara – Kondisi jembatan gantung Suban Desa Senali Kecamatan Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara memprihatinkan. Pasalnya, jembatan yang dibangun tahun 1993 melalui program P3DT ini menua dan nyaris ambruk. Besi penyanggah serta kawat sling penahan jembatan pun mulai rawan putus. Senin, (08/05/2023).

Sementara lantai jembatan jebol akibat membusuk. Jembatan ini belum pernah tersentuh rehab yang dianggarkan pemerintah daerah. Padahal, jembatan gantung satu ini menjadi nadi pertanian warga desa Senali dan sekitarnya sebagai mengakses lokasi perkebunan.

Irwan (38) warga desa setempat mengatakan, jembatan sudah tua dan perlu direhab demi keselamatan bersama. Umur jembatan sudah mencapai +- 24 tahun dan belum direhab sama sekali.
“Pernah ada perbaikan hanya sebatas papan lantai jembatan. Sedangkan besi dan kelengkapan lain tidak diperbaiki”, ujar irwan.
Sementara itu, Kades desa Senali, Meriyenti yang membenarkan, kondisi jembatan ini sudah rusak berat dan membutuhkan perbaikan. Demi keselamatan bersama dan menjaga keamanan perlu adanya rehab berat oleh pemerintah daerah.
“Jembatan ini merupakan akses satu-satunya sarana penyeberangan warga menuju lahan pertanian”, jelas Meriyenti.
Ditambahkan Meriyenti Katanya tahun 2021 mau diperbaiki, tapi lagi-lagi tidak ada realisasi. Padahal sudah sering kali diajukan proposal, dan diusulkan diacara Musrenbang kecamatan banyak yang ke sini survei kejembatan tersebut dari kecamatan dari Dinas PU, Tidak ada satupun yang memberikan kabar baik mau dibangun, kata Meriyenti.
Harapannya, semogga ditahun 2023/2024 ini agar bisa direalisasikan perbaikan jembatan gantung oleh pihak pemerintah Kabupaten maupun Provinsi, jembatan tersebut sangat penting bagi masyarakat senali dan sekitarnya karena untuk menunjang ekonomi masyarakat, ungkap Meriyenti.
Pewarta : Nadit










