Berita Regional.com, Bengkulu Utara – Pemerintahan Desa Lubuk Balam Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara melaksanakan Pelatihan Pendataan SDGs(Sustainable Development Goals). (23/7/21) di aula Kantor Camat Air Besi langsung dipimpin oleh Plt Camat Air Besi Dairmansyah. S.Ip.
Dairmansyah S.Ip Dalam sambutannya mengatakan, tujuan Pelatihan Pendataan SDGs tersebut agar para perangkat desa, serta kepala dusun dan RT memahami sustim dan tata cara pendataan.
“ SDGs Desa merupakan role pembangunan berkelanjutan yang akan masuk dalam program prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2021 ini, “ Papar Dairmansyah.

Hadir dalam acara tersebut Plt Camat Air Besi Kapolsek, Babinsa, Tenaga Ahli, Para Pendamping Lokal Desa, Kepala Seksi Pemerintahan Kantor Camat Air Besi, Para Kepala Desa Se- Kecamatan Air Besi, BPD Se – Kecamatan Air Besi, Perwakilan Kelompok Kerja pendataan SDGs,
Kepala Desa Lubuk Balam Sarkawi.S.Pd. M.I.kom di tempat terpisah mengatakan, SDGs Desa adalah upaya terpadu mewujudkan Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, Desa ekonomi tumbuh merata, Desa peduli kesehatan, Desa peduli lingkungan, Desa peduli pendidikan, Desa ramah perempuan, Desa berjejaring, dan Desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dalam bahasa kerennya Sustainable Development Goals disingkat SDGs.
“Upaya pencapaian SDGs desa Lubuk Balam dalam situasi dan kondisi Pandemi COVID-19 tidaklah mudah, karena itulah, penggunaan dana desa 2021 diprioritaskan untuk membiayai kegiatan yang mendukung pencapaian 10 (sepuluh) SDGs desa yang berkaitan dengan kegiatan pemulihan ekonomi nasional, program prioritas nasional, dan adaptasi kebiasaan baru desa.
“ Adapun 10 SDGs dimaksud dalam situasi dan kondisi Pandemi Covid-19 adalah : Desa tanpa kemiskinan, Desa tanpa kelaparan, Desa sehat sejahtera, Keterlibatan perempuan desa, Desa berenergi bersih dan terbarukan, Pertumbuhan ekonomi desa merata, Konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan, Desa damai berkeadilan, Kemitraan untuk pembangunan desa, dan Kelembagaan desa dinamis serta budaya desa adaptif, “ Tutup Sarkawi










